Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mau Mudik Kini ada Alternatif Bisa Lewat Pansela atau Pantura

📅 Rabu, 18 Feb 2026, 12:46 WIB | Oleh:
Mau Mudik Kini ada Alternatif Bisa Lewat Pansela atau Pantura Doc: ist
Ket. jalur pantura selalu banyak yang rusak dari tahun ke tahun, perlu disiapkan untuk mudik

JAKARTA – Untuk mudik kali ini masyarakat dapat melalui pantai utara (pantura) atau jalur selatan (pansela). Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno mengungkapkan jalan arteri Pantura dan Pansela Jawa dapat menjadi alternatif jalur mudik untuk Lebaran tahun ini.

"Meski jalan tol jadi pilihan utama, kepadatan ekstrem saat Lebaran sering kali tak terhindarkan. Pemudik sebenarnya punya alternatif menarik yakni Jalur Pantura yang legendaris atau Jalur Pansela yang indah," ujar Djoko, Rabu.

Pada momen tertentu, lanjutnya, jalur arteri ini justru menawarkan durasi perjalanan yang lebih terukur dan bebas dari jebakan macet panjang di tol.

Kendati demikian, Djoko menyarankan perlunya kesiapan untuk mudik Lebaran tahun 2026 di jalur arteri tersebut seperti penanganan pasar tumpah yang masih menjadi gangguan kelancaran lalu lintas.

Kemudian pentingnya perbaikan dan peningkatan sejumlah fasilitas dasar (prasarana) seperti penerangan jalan umum agar jalan-jalan arteri di jalur Pantura tidak gelap saat dilalui pemudik.

"Penerangan jalan umumnya harus ada. Bukan hanya jalan nasional, sampai jalan kabupaten/kota juga harus ada," kata Djoko.

Sebelumnya Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menemui Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) memperkuat pengawasan pada titik rawan arus mudik Lebaran 2026 guna meningkatkan keselamatan perjalanan serta kelancaran mobilitas masyarakat di wilayah tersebut.

Menhub menegaskan pentingnya memperkuat pengawasan pada sejumlah titik rawan yang berpotensi menimbulkan kepadatan maupun gangguan keselamatan perjalanan masyarakat selama masa mudik dan balik Lebaran 2026, khususnya di wilayah Jawa Barat.

Menhub menjelaskan, berdasarkan hasil Survei Angkutan Lebaran 2026, prakiraan pergerakan masyarakat selama periode Lebaran 2026 mencapai 143,91 juta orang atau sekitar 50,60 persen dari total penduduk Indonesia.

Meskipun terjadi penurunan dibandingkan survei tahun sebelumnya, Menhub mengingatkan bahwa angka realisasi pergerakan berpotensi lebih tinggi.

Ia menyebutkan realisasi berbasis Mobile Positioning Data (MPD) pada Lebaran 2025 mencapai 154,62 juta orang. Artinya, potensi pergerakan realisasi 2026 berpeluang lebih tinggi dari angka survei.

Menhub juga menyampaikan dominasi penggunaan mobil pribadi dalam perjalanan mudik Lebaran menjadi perhatian utama, mengingat sekitar 53 persen masyarakat memilih mobil pribadi sebagai moda transportasi.

Selain itu, mayoritas pengguna mobil pribadi memilih jalur tol, terutama koridor Jakarta-Cikampek, yang selama ini menjadi titik kritis kepadatan setiap Lebaran.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Luar Negeri
Mantan Presiden Senegal Mun...
Luar Negeri
Sri Lanka Lumpuh Total, Lis...
Advertisement
Petugas Evakuasi Hiu Tutul yang Terdampar di Pantai Parangkusumo

Petugas Evakuasi Hiu Tutul yang Terdampar di Pantai Parangkusumo

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.