Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Siap Jadi Mediator Konflik AS–Iran, Upaya Diplomasi Prabowo Subianto Didukung Negara Islam

📅 Jumat, 06 Mar 2026, 04:16 WIB | Oleh: Tim Penulis
Indonesia Siap Jadi Mediator Konflik AS–Iran, Upaya Diplomasi Prabowo Subianto Didukung Negara Islam Doc: Antara
Ket. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/3).

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mendapat dukungan dari sejumlah negara Timur Tengah dan negara Islam lainnya terkait upaya Indonesia untuk mengambil peran sebagai mediator dalam meredam ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengatakan Presiden Prabowo menginginkan adanya ruang pertemuan antara kedua pihak guna mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.

"Prinsipnya Bapak Presiden menginginkan adanya pertemuan dengan Amerika Serikat dengan Iran untuk menjadi mediasi dan Iran membuka diri," kata Nusron di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (5/3) malam.

Menurut Nusron, langkah diplomatik yang diinisiasi Presiden tersebut mendapat dukungan dari sejumlah pemimpin negara di kawasan Timur Tengah serta negara Islam lainnya.

Ia menyebut dukungan tersebut datang dari beberapa negara, di antaranya Pakistan dan Uni Emirat Arab.

Meski begitu, Nusron menegaskan bahwa penjelasan lebih rinci mengenai langkah diplomasi tersebut merupakan kewenangan Kementerian Luar Negeri.

"Tentunya ini menjadi wilayahnya Bapak Menteri Luar Negeri yang berhak untuk menjelaskan. Tetapi tadi dijelaskan upaya Bapak Presiden mendapatkan support dari negara-negara pemimpin-pemimpin negara di Timur Tengah lainnya," terang Nusron.

Nusron menyampaikan bahwa Presiden bersama sejumlah pemimpin negara lain yang tergabung dalam kelompok delapan negara (D-8) memiliki keinginan yang sama untuk mendorong terciptanya perdamaian di kawasan.

Menurutnya, para pemimpin tersebut sepakat agar konflik tidak berlarut-larut, terutama yang berpotensi memicu ketegangan lebih luas di Iran maupun kawasan Teluk.

"Pak Presiden bersama tujuh pemimpin negara yang tergabung dalam kelompok 8 itu, menginginkan adanya perdamaian. Jangan sampai perang berlarut-larut terutama di Iran maupun di kawasan Teluk dan sebagainya," imbuhnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.