Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Stunting di Kalsel Umumnya Muncul Setelah Usia Satu Tahun, BKKBN Soroti Pola Asuh dan Gizi

📅 Kamis, 05 Mar 2026, 17:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Stunting di Kalsel Umumnya Muncul Setelah Usia Satu Tahun, BKKBN Soroti Pola Asuh dan Gizi Doc: Antara
Ket. Kepala Perwakilan BKKBN Kalsel Farah Adibah (kedua kiri) usai menyalurkan bantuan mencegah stunting kepada perwakilan penerima manfaat pada kegiatan Rapat Koordinasi Daerah Bangga Kencana 2026 di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis (5/3).

Banjarmasin - Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Selatan menyebut kasus stunting di daerah itu lebih banyak muncul setelah anak berusia satu tahun.

“Pola tersebut berbeda dengan beberapa wilayah lain di Indonesia yang umumnya mengalami stunting sejak masa kelahiran,” kata Kepala Perwakilan BKKBN Kalsel Farah Adibah saat Rakorda Bangga Kencana 2026 di Banjarmasin, Kamis (5/3).

Ia menjelaskan sebagian besar anak di Kalimantan Selatan lahir dalam kondisi normal, namun risiko stunting meningkat setelah memasuki usia di atas satu tahun ketika anak mulai mengonsumsi makanan keluarga serta lebih aktif bergerak.

“Dari angka prevalensi stunting yang masih berada di kisaran dua puluh persen lebih di provinsi tersebut, proporsi anak yang lahir dalam kondisi stunting relatif kecil, bahkan diperkirakan kurang dari lima persen,” ujarnya.

Ia menilai persoalan utama yang mempengaruhi kondisi tersebut bukan semata keterbatasan ekonomi keluarga, melainkan faktor sanitasi lingkungan, kebersihan air minum, serta kualitas pola makan anak setelah memasuki masa pertumbuhan yang lebih aktif.

Karena itu, BKKBN memperkuat berbagai intervensi berbasis keluarga melalui pendekatan sensitif, termasuk edukasi gizi, penguatan peran keluarga, serta pemantauan tumbuh kembang anak melalui kader dan penyuluh keluarga berencana di tingkat masyarakat.

Farah mengatakan, pemantauan tersebut didukung pendataan keluarga yang selama ini dilakukan oleh kader dan petugas lapangan, sehingga pemerintah dapat mengidentifikasi keluarga berisiko stunting secara lebih akurat hingga tingkat rukun tetangga.

Selain itu, BKKBN juga menjalankan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) yang mendorong partisipasi masyarakat dalam memberikan bantuan pangan bergizi kepada keluarga prasejahtera yang memiliki anak balita berisiko stunting.

“Partisipasi masyarakat di Kalimantan Selatan cukup tinggi dalam mendukung gerakan tersebut sehingga diharapkan berbagai intervensi berbasis keluarga dapat mempercepat penurunan stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan anak sejak usia dini,” ujar Farah Adibah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.