Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengamat: Krisis Hormuz Pelajaran Bagi RI untuk Perkuat Visi sebagai Negara Maritim

📅 Selasa, 03 Mar 2026, 22:43 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Tanpa kehadiran maritim yang kuat, posisi strategis hanya akan menjadi potensi yang tidak terwujud. Oleh karenanya, krisis Selat Hormuz secara tidak langsung menjadi momentum pemberitahuan, bahwa masa depan geopolitik Indonesia sangat terkait dengan kemampuannya mengelola laut sebagai ruang kekuatan. Posisi geostrategis harus diiringi dengan visi, diplomasi, dan kapasitas pertahanan yang memadai. 

"Jika Indonesia mampu bertransformasi dari sekadar negara lintasan menjadi kekuatan maritim yang aktif, maka setiap krisis di jalur pelayaran global tidak hanya menjadi ancaman, tetapi juga peluang,"tegas Marcellus

Dia menegaskan, poros maritim tidak hanya berbicara tentang konektivitas antar-pulau atau pertumbuhan ekonomi kelautan, tetapi juga tentang keamanan energi dan posisi Indonesia dalam arsitektur geopolitik global. 

Dengan memanfaatkan letak strategis di persilangan Samudra Hindia dan Pasifik, Indonesia memiliki peluang untuk berperan sebagai penyeimbang dalam arus perdagangan energi regional. Peran ini tidak hanya meningkatkan daya tawar diplomatik, tetapi juga memperkuat stabilitas nasional dalam menghadapi guncangan eksternal. "Krisis Selat Hormuz adalah peringatan tentang rapuhnya sistem energi global dan pentingnya keamanan maritim dalam menopang ekonomi nasional,"pungkas dia.

Sumber lain

Adapun Pemerintah nenyiasati dampak perang Timur Tengah (Timteng) dengan mencari sumber impor bahan bakar minyak (BBM) dari negara lain di luar kawasan perang. Hal itu seiring dengan penutupan selat Hormuz, di Iran jalur utama perdagangan minyak global.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan tutupnya Selat Hormuz berdampak pada suplai energi global. Selat Hormuz ujar dia dilewati sebanyak 20,1 juta barel per hari suplai minyak dunia.

"20,1 juta barel itu termasuk di dalamnya adalah Indonesia melakukan crude impor dari middle east yang lewat Selat Hormuz. Namun dengan dinamika yang ada, ternyata dari situ 20-25% selebihnya kita ambil dari Afrika, Angola, Amerika, Brazil. Secara keseluruhan 20-25% dari Selat Hormuz selebihnya dari sana," papar Bahlil, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (3/3)

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Megapolitan
Wali Kota Tangerang Minta A...
Megapolitan
Pemkot Tangerang Ajak Sejum...
Luar Negeri
Para Pemimpin G7 Kutuk Sera...

Sabu Senilai Rp15 Miliar Berhasil Disita Polisi

36 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Sabu Senilai Rp15 Miliar Be...
Advertisement
Banjir Bandang Terjang Arosuka, Jalan Solok-Padang Putus Sementara.

Banjir Bandang Terjang Arosuka, Jalan Solok-Padang Putus Sementara.

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.