Momentum Mudik 2026: Perlunya Penguatan Armada Wilayah Timur
📅 Senin, 16 Mar 2026, 14:34 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA-Momentum Mudik 2026 harus menjadi titik balik strategis bagi Indonesia untuk memperkuat kedaulatan dan jati diri sebagai bangsa maritim sejati. Salah satu yang perlu mendapat perhatian ialah kesiapan armada di wilayah Timur Indonesia.
Pengamat Maritim dari Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas Strategic Center (ISC) Dr. Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa mengingatkan pemerintah untuk memberikan perhatian ekstra pada wilayah Indonesia Timur, di mana laut bukan sekadar pilihan, melainkan urat nadi kehidupan yang absolut. Data menunjukkan jumlah penumpang di wilayah Pelindo Regional 4 diprediksi mencapai 882.620 orang.
Menurut dia, keadilan mobilitas harus dirasakan nyata; pengawasan terhadap kuota Mudik Gratis, seperti 7.150 kuota di Maluku Utara, harus dipastikan sampai ke tangan yang tepat tanpa praktik percaloan. "Penguatan armada di wilayah Timur adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam merajut kohesi sosial bangsa,” tegas Capt. Marcellus tegasnya di Jakarta, Senin (16/3).
Kapasitas angkut laut nasional yang saat ini melayani 3,2 juta penumpang masih sangat kecil jika dibandingkan total pergerakan nasional. “Kita membutuhkan ‘Tol Laut’ dalam arti sesungguhnya—modernisasi dermaga di pulau terluar dan regulasi yang memberikan insentif bagi industri pelayaran nasional agar laut menjadi jalur mobilitas utama yang bermartabat,"ucapnya
“Mudik bukan sekadar perjalanan pulang, melainkan ujian bagi ketangguhan infrastruktur dan kedaulatan logistik kita. Mari kita buktikan bahwa laut adalah pemersatu peradaban, bukan pemisah. Selamat berlayar di laut biru Nusantara. Maritim Jaya, Indonesia Maju!”tegas dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebagaimana diketahui, tradisi mudik menjelang Idul Fitri 1447 H diproyeksikan akan mencapai puncak mobilitas tertingginya dengan estimasi mencapai 144 juta pergerakan manusia.
Capt. Marcellus Hakeng menekankan bahwa momentum Mudik 2026 harus menjadi titik balik strategis bagi Indonesia untuk memperkuat kedaulatan dan jati diri sebagai bangsa maritim sejati.
Khusus terkait pemudik yang melewati jalur laut, dirinya secara khusus menyoroti aspek keselamatan. Dia menekankan pentingnya akurasi manifes di tengah masifnya digitalisasi tiket melalui aplikasi seperti Ferizy dan PELNI Mobile. Ia memperingatkan munculnya percaloan digital dan tiket palsu yang dapat merusak sistem keamanan pelayaran.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Jika tiket palsu beredar, perhitungan stabilitas kapal dan penyediaan alat keselamatan seperti sekoci serta life jacket menjadi tidak akurat. Saya menghimbau para Syahbandar untuk bisa menjaga integritasnya dalam melakukan ramp check. Jangan ada toleransi sekecil apa pun terhadap kapal yang tidak laik laut (non-seaworthy) hanya demi mengejar keuntungan komersial saat peak season,” pungkasnya.
Uji kelaiklautan
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menginstruksikan seluruh jajaran Kementerian Perhubungan, untuk konsisten melakukan ramp check di seluruh moda transportasi pada masa angkutan Lebaran 2026. Menurutnya, langkah ini penting untuk meningkatkan keselamatan dan mencegah terjadinya kecelakaan selama periode tersebut.
“Keselamatan masyarakat selama masa Angkutan Lebaran harus jadi prioritas utama. Terkait hal ini, saya telah menginstruksikan seluruh jajaran Kemenhub untuk melakukan ramp check secara konsisten dan sesuai prosedur, sehingga semua sarana transportasi yang beroperasi benar-benar dalam kondisi laik jalan,” ujar Menhub Dudy pekan lalu.
Khusus sektor transportasi laut, dia mengucapkan telah dilakukan uji kelaiklautan terhadap 832 unit kapal dari total armada sebanyak 840 unit kapal. Sementara di sektor transportasi penyeberangan, telah dilakukan pemeriksaan terhadap 220 unit kapal dari total armada sebanyak 254 unit kapal.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!