BMKG: Dampak Bibit Siklon Tropis 90S, Waspadai Hujan Lebat di Jawa Tengah
📅 Selasa, 03 Mar 2026, 09:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA
CILACAP – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah Jawa Tengah sebagai dampak tidak langsung dari Bibit Siklon Tropis 90S yang terpantau di Samudra Hindia selatan Banten-Jabar.
Ketua Tim Kerja Pelayanan Data dan Diseminasi Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Teguh Wardoyo di Cilacap, Selasa (03/3), mengatakan berdasarkan pembaruan BMKG pada Selasa pagi pukul 07.00 WIB, sirkulasi Bibit Siklon Tropis 90S meningkatkan suplai uap air ke wilayah selatan Pulau Jawa, termasuk Jawa Tengah.
“Walaupun berpeluang rendah menjadi siklon tropis, sistem ini tetap berdampak pada peningkatan pertumbuhan awan hujan di Jateng,” katanya.
Ia memprakirakan potensi hujan sedang hingga lebat dapat terjadi secara bertahap, terutama di wilayah selatan, dataran tinggi, dan kawasan pegunungan.
Menurut dia, kondisi tersebut berisiko memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, genangan air, dan tanah longsor, khususnya di daerah dengan topografi curam dan sistem drainase yang kurang optimal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain hujan, kata dia, masyarakat juga diminta mewaspadai peningkatan tinggi gelombang di perairan selatan Jateng
Bahkan, tinggi gelombang di Samudra Hindia selatan Jawa berpotensi mencapai 2,5–4 meter, yang dapat membahayakan keselamatan pelayaran, terutama bagi perahu nelayan dan kapal berukuran kecil.
“Nelayan dan operator jasa pelayaran agar memperhatikan informasi prakiraan cuaca maritim sebelum melaut dan mengutamakan keselamatan,” katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lebih lanjut, dia mengatakan selain 90S, terdapat dua bibit siklon tropis lain yang turut terpantau, yakni 92P di sekitar Teluk Carpentaria dan 93S di barat laut Australia.
Menurut dia, kedua sistem tersebut juga berpeluang rendah menjadi siklon tropis, namun dapat memengaruhi kondisi gelombang di sejumlah perairan Indonesia timur dan selatan.
“Bibit Siklon Tropis 92P berdampak pada peningkatan gelombang di Laut Arafuru, sementara Bibit Siklon Tropis 93S berkontribusi terhadap gelombang tinggi di Laut Sawu dan Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara,” katanya.
Meskipun dampak langsung ke wilayah Jateng lebih dominan dipicu oleh Bibit Siklon Tropis 90S, dia mengatakan keberadaan tiga sistem tersebut menunjukkan dinamika atmosfer yang cukup aktif di wilayah Indonesia.
Menurut dia, kondisi cuaca yang dipicu oleh tiga sistem tersebut diprakirakan berlangsung hingga Rabu (4/3) pukul 07.00 WIB.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada serta terus memantau perkembangan informasi cuaca resmi guna mengantisipasi potensi dampak cuaca ekstrem di wilayah Jateng,” kata Teguh.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!