Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Korsel Ajak Korut Kembali Berdialog

📅 Senin, 02 Mar 2026, 02:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Korsel Ajak Korut Kembali Berdialog Doc: AFP/KCNA VIA KNS
Ket. Foto yang dirilis kantor berita KCNA pada Sabtu (28/2) memperlihatkan pemimpin Korut, Kim Jong-un (kiri), sedang menembakkan senjata sniper terbaru dengan didampingi anak perempuannya, Kim Ju-ae, di sebuah lokasi rahasia pada Jumat (27/2). Foto ini mempertegas laporan analis bahwa Kim Ju-ae sedang dipersiapkan untuk menjadi menggantikan Kim Jong-un.

SEOUL - Presiden Korea Selatan (Korsel), Lee Jae-myung, pada Minggu (1/3) menyerukan agar dialog dengan Korea Utara (Korut) dilanjutkan, setelah Pyongyang pekan lalu menolak prospek diplomasi dengan negara tetangganya itu. Sejak menjabat pada Juni lalu, Presiden Lee telah berupaya memperbaiki hubungan dengan Korut yang memiliki senjata nuklir, yang menegaskan kembali pendekatan anti-Seoul-nya selama pertemuan partai pekan lalu.

"Seperti yang telah berulang kali ditegaskan oleh pemerintahan saya, kami menghormati sistem Korut dan tidak akan terlibat dalam tindakan permusuhan apapun, maupun mengejar bentuk penyatuan melalui penyerapan," kata Presiden Lee dalam pidatonya yang menandai peringatan kampanye bersejarah melawan pemerintahan kolonial Jepang. "Kami juga akan melanjutkan upaya kami untuk melanjutkan dialog dengan Korut," tegas dia.

Pekan lalu, Pemimpin Korut, Kim Jong-un, memupus harapan akan pencairan hubungan diplomatik dengan Seoul, menggambarkan upaya-upaya tersebut sebagai lelucon yang canggung, menipu, dan itikad yang buruk. Berbicara di kongres partai di Pyongyang, Kim mengatakan Korut sama sekali tidak punya urusan dengan Korsel, entitas yang paling bermusuhan, dan akan secara permanen mengecualikan Korsel dari kategori warga negara.

Namun ia juga mengatakan bahwa Korut bisa bergaul dengan baik dengan Amerika Serikat (AS) jika Washington DC mengakui status nuklirnya. Spekulasi semakin meningkat mengenai apakah Presiden AS, Donald Trump, akan berupaya bertemu dengan Kim Jong-un selama kunjungan yang direncanakan ke Tiongkok.

Tahun lalu, Trump mengatakan dia "100 persen" terbuka untuk bertemu. Pertemuan puncak Trump-Kim sebelumnya selama masa jabatan pertama presiden AS gagal mencapai kesepakatan mengenai pencabutan sanksi dan konsesi nuklir apa yang mungkin diberikan Korut sebagai imbalannya.

Aktivitas Pewaris

Sementara itu pada Sabtu (28/2), Korut merilis gambar langka yang memperlihatkan putri remaja dari Kim Jong-un sedang menembak senapan di lapangan tembak, menambah spekulasi bahwa dia sedang dipersiapkan sebagai penggantinya.

Putri Kim yaitu Kim Ju-ae, telah lama dianggap sebagai pewaris takhta kepemimpinan Korut dan ia telah berpartisipasi dalam serangkaian penampilan publik penting baru-baru ini, termasuk parade militer pekan ini yang menandai tahap akhir kongres partai utama Korut.

Kantor berita KCNA merilis foto Kim Ju-ae sedang menembak senapan sniper di lapangan tembak terbuka, mengintip melalui teropong senapan dengan jarinya di pelatuk, asap mengepul dari larasnya. Ia terlihat mengenakan jaket yang tampak seperti jaket kulit, pakaian yang sering dikenakan olehnya dan ayahnya di acara-acara politik besar, yang melambangkan otoritas dan legitimasi.

KCNA pada Sabtu melaporkan bahwa Kim Jong-un menyerahkan senapan sniper baru kepada para pejabat senior partai dan militer, menggambarkan langkah tersebut sebagai isyarat penghargaan dan kepercayaan mutlak. Ia kemudian mengunjungi lapangan tembak bersama para pejabat, di mana ia menembakkan senapan dan berfoto bersama, tambah pernyataan itu.

Badan intelijen Korsel bulan ini mengatakan bahwa Pyongyang tampaknya telah memulai proses penunjukan Kim Ju-ae sebagai penerus pemimpin Kim Jong-un. “Dengan menyoroti kemampuan Kim Ju-ae dalam menangani dan menembakkan senjata, foto-foto tersebut menunjukkan bahwa dia memang menerima pelatihan sebagai penerus," kata Yang Moo-jin, mantan presiden Universitas Studi Korut di Seoul, kepada AFP.

KCNA pada Sabtu juga mengatakan bahwa saudara perempuan Kim Jong-un yang berpengaruh, Kim Yo-jong, akan memimpin departemen urusan umum partai, sebuah peran yang oleh para analis digambarkan mirip dengan sekretaris jenderal partai. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.