Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenhaj Imbau Jemaah Tunda Umrah

📅 Senin, 02 Mar 2026, 14:40 WIB | Oleh:
Kemenhaj Imbau Jemaah Tunda Umrah Doc: ANTARA/Muhammad Iqbal

JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah RI (Kemenhaj) mengimbau masyarakat untuk menunda keberangkatan ibadah umrah ke Arab Saudi. Penundaan ini terjadi akibat adanya konflik di Timur Tengah antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.

Hal ini disampaikan Direktur Bina Haji Khusus dan Umrah Kemenhaj H Akhmad Fauzin. "Jemaah yang akan berangkat agar ditunda terlebih dahulu sampai keadaan di sana aman dan nyaman untuk beribadah," ujar Fauzin, Senin (2/3).

Menurut Fauzin, menjaga keamanan jiwa dan raga jemaah jauh lebih penting daripada hal-hal lain. Kemenhaj, lanjut Fauzin, juga berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait penyelenggaraan ibadah umrah.

"Kita selalu koordinasi intensif dengan mengerahkan tim kita. Koordinasi dilakukan dengan KBRI dan Konjen bersama Pak Menteri dan Wamen," ucap Fauzin.

Fauzin tak lupa berpesan kepada masyarakat yang beribadah umrah di Tanah Suci untuk mengikuti peraturan yang berlaku. Tujuannya demi menjaga keamanan dari hal-hal yang tak diinginkan.

"Kami sampaikan kepada seluruh masyarakat untuk mengikuti seluruh peraturan yang disampaikan pemerintah Indonesia dan Arab Saudi. Tujuannya agar menjaga dirinya atau keamanannya dari berbagai hal yang tidak diinginkan," kata dia.

"Untuk yang belum berangkat, agar terbuka hatinya supaya tidak syahwat ke sana, ditunda dulu menunggu sampai kondisi kondusif. Semoga situasinya semakin kondusif dan kemudian bisa terselenggara semua ibadah di sana," ujar Fauzin.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI meminta penundaan sementara keberangkatan jemaah umrah ke Arab Saudi. Hal ini menyusul eskalasi konflik antara Israel dan Amerika Serikat dengan Iran.

Permohonan tersebut tertuang dalam surat resmi Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler Kemlu RI. Surat tersebut bernomor 00519/PK/03/2026/68/11 tertanggal 1 Maret 2026.

Surat ditandatangani oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler, Andy Rachmianto. Surat ditujukan kepada Direktur Jenderal Bina Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama.

Dalam surat disebutkan, Kemlu memandang perlu dilakukan langkah-langkah antisipatif. Tujuannya guna memitigasi potensi risiko keamanan bagi WNI yang melakukan perjalanan ke Timur Tengah, termasuk calon jemaah umrah.

"Sehubungan dengan perkembangan situasi keamanan di Timur Tengah terkait eskalasi konflik antara Israel dan Amerika Serikat dengan Iran. Kementerian Luar Negeri memandang perlu dilakukan langkah-langkah antisipatif guna memitigasi potensi risiko keamanan bagi WNI," bunyi surat tersebut. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Hendak Terbang, Warga AS Di...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.