JPO Sarinah Resmi Beroperasi: Trotoar Segera Melebar 2,6 Meter Mulai Mei 2026
📅 Senin, 02 Mar 2026, 17:55 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Koran Jakarta/Paundra Zakirulloh
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan revitalisasi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sarinah pada Senin (2/3) setelah sebelumnya sempat mengalami penundaan dari target akhir Februari. Revitalisasi tersebut menitikberatkan pada aspek aksesibilitas, kenyamanan, serta penataan ulang ruang pedestrian di kawasan pusat kota yang memiliki nilai sejarah tinggi.
"Ini adalah JPO yang pertama kali dimiliki oleh Jakarta, tepatnya diresmikan oleh Bang Ali Sadikin tanggal 21 April 1968. Hari ini kita melakukan revitalisasi agar JPO ini menjadi ramah terhadap disabilitas dan semua orang punya pilihan antara menggunakan lift atau pelican crossing," ujar Gubernur Pramono.
Menurutnya, keberadaan lift menjadi fasilitas penting bagi penyandang disabilitas, lansia, maupun masyarakat dengan kebutuhan khusus yang selama ini memiliki keterbatasan akses. Di sisi lain, pelican crossing tetap dioperasikan sebagai alternatif bagi pejalan kaki yang memilih menyeberang langsung di permukaan jalan dengan pengaturan lalu lintas.
Revitalisasi ini juga mempertimbangkan status kawasan Sarinah sebagai bangunan cagar budaya yang harus dijaga karakter historisnya. Pemerintah berupaya menyeimbangkan antara pelestarian nilai heritage dengan kebutuhan mobilitas warga perkotaan yang terus meningkat.
Direktur Utama TransJakarta menjelaskan bahwa penataan tidak berhenti pada peresmian JPO, melainkan akan berlanjut pada tahap kedua berupa pelebaran trotoar. Ia menyebutkan pelebaran tersebut akan dilakukan setelah proses reinstatement pedestrian oleh MRT Jakarta yang dijadwalkan rampung pada Mei mendatang.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Tahap duanya nanti setelah reinstatement pedestrian oleh MRT kira-kira di bulan Mei, akan ada pelebaran trotoar kurang lebih 2,6 meter sehingga akses pedestriannya menjadi lebih lega. Dengan pelebaran ini diharapkan ruang gerak pejalan kaki semakin luas dan nyaman," kata Direktur Utama TransJakarta.
Pelebaran trotoar sekitar 2,6 meter tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas jalur pejalan kaki di salah satu koridor tersibuk Jakarta sekaligus mendukung integrasi antarmoda transportasi publik. Pemerintah memastikan perhitungan teknis terkait dampak terhadap arus lalu lintas telah dilakukan agar tidak menimbulkan gangguan signifikan di kawasan tersebut.
Gubernur Pramono menegaskan bahwa penataan kawasan ini merupakan bagian dari visi jangka panjang untuk menjadikan pusat kota lebih ramah pejalan kaki dan terhubung dengan transportasi massal. Dengan kombinasi fasilitas lift, pelican crossing, serta trotoar yang lebih luas, revitalisasi JPO Sarinah diharapkan mendorong masyarakat kembali memanfaatkan ruang publik secara aman, inklusif, dan berkelanjutan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!