Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cinta Ditolak Kapak Bertindak ! Viral Kasus Pembacokan Mahasiswi UIN, Kemenkes Beberkan Dugaan Kondisi Psikologis Pelaku

📅 Minggu, 01 Mar 2026, 05:41 WIB | Oleh:
Cinta Ditolak Kapak Bertindak ! Viral Kasus Pembacokan Mahasiswi UIN, Kemenkes Beberkan Dugaan Kondisi Psikologis Pelaku Doc: Istimewa
Ket. Pembacokan mahasiswi UIN Suska Riau

Koran Jakarta - Insiden mengenaskan terjadi Kamis 26 Februari 2026 pagi setempat, seorang mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Syarief Kasim (Suska) Pekanbaru, Riau bernama Raihan Mufazzar (21) membacok seorang perempuan berinisial FAP (23) yang tak lain adalah teman sekampusnya. Polisi mengatakan motif pelaku disebabkan oleh rasa sakit hati akibat cinta bertepuk sebelah tangan.

Kasus pembacokan ini mengundang perhatian luas, termasuk dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kami kutip dari Genvoice Id tentang Viral Pembacokan Mahasiswa UIN, berikut keterangan dari sumber Kementerian Kesehatan:

Ada Masalah Kejiwaan yang Perlu Dicermati

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyoroti pentingnya melihat kasus ini dari sudut pandang kesehatan mental. Otoritas kesehatan menilai persoalan kejiwaan bisa menjadi salah satu faktor yang melatarbelakangi tindakan agresif tersebut.

Kasus ini disebut menunjukkan betapa kondisi emosional yang tidak terkelola dapat berkembang menjadi perilaku berisiko. Karena itu, pendekatan kesehatan jiwa dinilai penting dalam memahami dan mencegah kejadian serupa.

Faktor Psikologis di Balik Aksi Nekat

Para ahli menilai tindakan kekerasan akibat penolakan cinta biasanya dipicu oleh kombinasi emosi yang kompleks. Rasa kecewa, obsesi, hingga ketidakmampuan mengelola penolakan dapat memperburuk kondisi mental seseorang.

Dalam beberapa kasus, individu bisa mengalami distorsi persepsi terhadap hubungan interpersonal. Hal ini membuat respons emosional menjadi tidak proporsional dan berpotensi berujung tindakan ekstrem.

Kasus juga menjadi pengingat bahwa kesehatan mental di kalangan remaja dan mahasiswa perlu mendapat perhatian lebih serius. Lingkungan kampus, keluarga, dan teman sebaya memiliki peran penting dalam mendeteksi perubahan perilaku sejak dini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Daerah
PETI Kembali Dibuka di Goro...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.