Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Biasanya Ramai, Kini Pelelangan Ikan di Gorontalo Sore Hari Lebih Sunyi

📅 Minggu, 01 Mar 2026, 15:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Biasanya Ramai, Kini Pelelangan Ikan di Gorontalo Sore Hari Lebih Sunyi Doc: ANTARA/ HO-Lifkaj Ismail
Ket. Aktivitas penjualan ikan di pelelangan di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, pada Sabtu (28/2/2026).

GORONTALO – Aktivitas penjualan ikan di lokasi pelelangan di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, terlihat lebih lengang dari biasanya pada sore hari.

Maklum, ini masih awal Ramadan. Banyak pedagang memilih datang lebih pagi atau justru menutup lapak lebih cepat agar bisa bersiap berbuka puasa bersama keluarga.

Beberapa meja jualan tampak kosong tanpa penjaga. Suasana yang biasanya riuh dengan tawar-menawar dan suara ember berisi ikan segar, sore itu terasa lebih tenang.

Pembeli pun tak seramai hari-hari biasa, mungkin karena pola belanja ikut menyesuaikan ritme puasa.

Meski begitu, kondisi ini biasanya hanya sementara. Seiring Ramadan berjalan, ritme pasar pelan-pelan akan menemukan polanya sendiri—ramai menjelang berbuka, lalu kembali tenang saat malam tiba.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sebagian besar meja jualan tidak terisi ikan, sementara pedagang yang biasanya berjualan pada pagi hingga siang hari, sudah tidak terlihat lagi.

Seorang pembeli Ervina di Gorontalo, Sabtu mengatakan ia datang ke pelelangan untuk membeli ikan segar, namun tidak menemukan banyak penjual yang berjualan di sore hari.

“Saya datang mau beli ikan untuk kebutuhan di rumah, tapi ternyata sore ini penjualnya sangat sedikit bahkan ada yang kosong,” kata Ervina.

Ia mengatakan kondisi tersebut membuatnya harus mencari ikan di tempat lain karena pilihan yang tersedia sangat terbatas.

Menurutnya biasanya masih ada beberapa pedagang yang bertahan hingga sore, terutama untuk menjual sisa hasil tangkapan.

Namun kali ini, aktivitas jual beli hampir tidak terlihat.

Hingga sore hari, suasana di area pelelangan tampak lengang dan tidak seramai aktivitas pada pagi hari saat hasil tangkapan nelayan baru tiba.

"Kemungkinan karena masih suasana awal bulan Ramadhan," katanya.

Ia berharap aktivitas pelelangan tersebut kembali normal, termasuk harga ikan bisa lebih murah lagi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Luar Negeri
Pilpres Kolombia Diinterven...
Ekonomi
Kuartal I, Hilirisasi Nikel...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.