Aceh Ramadan Festival, Kekuatan Kolektif Penggerak Warisan Budaya
📅 Minggu, 01 Mar 2026, 21:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/ M.Ifdhal
BANDA ACEH – Gubernur Aceh Muzakir Manaf menyampaikan bahwa Aceh Ramadan Festival yang telah masuk dalam agenda nasional Kharisma Event Nusantara bukan sekadar rangkaian acara seremonial.
Menurutnya, festival ini jadi ruang bersama untuk merayakan tradisi, mempererat silaturahmi, dan menguatkan ukhuwah di tengah masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan, Aceh Ramadan Festival diharapkan mampu menghadirkan suasana yang hangat dan penuh makna, sekaligus menjadi momentum untuk menghidupkan kembali kekayaan budaya lokal yang diwariskan turun-temurun.
"Ramadhan di Aceh selalu memiliki nuansa yang khas, yang tidak hanya hadir sebagai momentum spiritual personal, tetapi juga sebagai kekuatan kolektif yang menghidupkan tradisi, mempererat ukhuwah, dan menggerakkan kehidupan sosial ekonomi masyarakat," kata Gubernur Aceh di Banda Aceh, Minggu (1/3).
Pernyataan itu disampaikan Muzakir Manaf dalam pidato tertulis dibacakan Asisten II Setda Aceh, T Robby Irza saat membuka Aceh Ramadhan Festival bertajuk “The Truly SpiritualJourney in Serambi Mekah” di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menjelaskan kegiatan tersebut merupakan penegasan jati diri Aceh sebagai daerah yang menawarkan bukan sekadar destinasi, melainkan pengalaman spiritual yang tumbuh alami dalam keseharian masyarakatnya.
"Kita ingin setiap tamu yang datang merasakan kedamaian saat adzan berkumandang,menyaksikan syiar Islam yang tertib dan khusyuk, menikmati kekayaan kuliner berbuka, serta merasakan keramahan masyarakat Aceh yang tulus dan bersahaja," katanya.
Ia mengatakan Aceh Ramadhan Festival juga menjadi bagian penting dari strategi memperkuat posisi Aceh sebagai destinasi wisata halal unggulan di tingkat nasional dan internasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kita bersyukur, kegiatan ini kembali masuk dalam agenda nasional Kharisma Event Nusantara, yang menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan terhadap Aceh sebagai
daerah dengan karakter budaya dan religius yang khas," katanya.
Menurut dia ARF sekaligus menjadi ruang penguatan ekonomi kreatif dan UMKM lokal. Di mana kehadiran para pelaku usaha dalam
Gampong Ramadhan mencerminkan bahwa ekonomi rakyat dapat tumbuh melalui kolaborasi, inovasi, dan ruang-ruang kreatif yang terkelola dengan baik.
Pemerintah Aceh akan terus mendorong penguatan UMKM, kuliner tradisional, kriya, dan produk kreatif lainnya agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas, tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai yang menjadi rohnya.
"Kita meyakini bahwa masa depan ekonomi Aceh bertumpu pada kreativitas masyarakatnya. Ketika budaya, tradisi, dan nilai religius berpadu dengan inovasi dan profesionalisme, maka insya Allah, pertumbuhan ekonomi akan berjalan seiring dengan penguatan jati diri daerah," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!