Tembus Pasar Inggris, UMKM Kantongi Potensi Rp10,76 Miliar
📅 Sabtu, 28 Feb 2026, 16:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/HO-Kemendag.
JAKARTA – Penjajakan bisnis (business matching) menjadi langkah penting bagi UMKM untuk naik kelas dan memperluas pasar.
Melalui proses ini, pelaku usaha tidak hanya memperkenalkan produk, tetapi juga menguji daya saing, memahami kebutuhan calon mitra, serta membuka peluang kontrak jangka panjang. Tanpa penjajakan yang aktif, UMKM cenderung terjebak pada pasar terbatas dan pola penjualan konvensional.
Secara strategis, penjajakan bisnis membantu UMKM membangun jejaring distribusi, mengakses pembeli skala besar, hingga masuk ke rantai pasok industri atau pasar ekspor.
Interaksi langsung dengan calon pembeli juga memberi umpan balik berharga terkait standar kualitas, kemasan, sertifikasi, dan kapasitas produksi.
Dalam jangka panjang, aktivitas ini memperkuat posisi tawar UMKM sekaligus mendorong profesionalisasi usaha.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dengan dukungan fasilitasi dari pemerintah, asosiasi, atau platform digital, penjajakan bisnis dapat menjadi pintu masuk transformasi UMKM menuju skala usaha yang lebih berkelanjutan dan kompetitif.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Atase Perdagangan (Atdag) RI di London melaporkan sebanyak sembilan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Indonesia mencatatkan potensi transaksi 640,75 ribu dolar AS atau sekitar Rp10,76 miliar dalam pameran Spring Fair 2026 di Inggris.
Atdag RI London Ayu Siti Maryam dalam keterangan di Jakarta, Sabtu (28/2)s, mengatakan capaian tersebut merupakan akumulasi dari penjajakan bisnis (business matching) serta tindak lanjut pascapameran oleh Atdag di London.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, produk-produk yang diminati pembeli Inggris antara lain, dekorasi rumah, fesyen dan gaya hidup.
"Respons positif buyer Inggris terhadap produk Indonesia, khususnya pada sektor dekorasi rumah, fesyen dan gaya hidup, menunjukkan nilai tambah pada desain, kualitas, serta prinsip keberlanjutan menjadi faktor pembeda yang kompetitif," kata Ayu.
Capaian pada pameran ini mencerminkan Inggris sebagai pasar potensial yang menjanjikan bagi produk-produk kreatif Indonesia.
Contohnya pada sektor tekstil, Inggris saat ini menempati peringkat ke-15 sebagai negara tujuan ekspor Indonesia dengan pangsa sekitar 1,66 persen.
Posisi ini menunjukkan Inggris menyimpan peluang pertumbuhan ekspor yang signifikan. Partisipasi Indonesia pada pameran ini juga menjadi kesempatan berharga untuk menjalankan strategi promosi dan perluasan pasar ekspor para UMKM perempuan ke Inggris.
"Kami optimistis strategi promosi yang terarah, kolaborasi multipihak, dan penguatan peran UMKM perempuan mampu membawa Indonesia memperluas pangsa pasar di Inggris," kata Ayu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!