Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DPRD DKI Soroti Celah Izin OSS di Pembangunan Lapangan Padel

📅 Sabtu, 28 Feb 2026, 13:42 WIB | Oleh:
DPRD DKI Soroti Celah Izin OSS di Pembangunan Lapangan Padel Doc: Istimewa
Ket. Penertiban lapangan padel yang dinilai mengganggu kenyamanan warga oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendapat apresiasi dari Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, August Hamonangan. Ia menilai langkah tersebut sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap ketertiban lingkungan permukiman.

JAKARTA - Penertiban lapangan padel yang dinilai mengganggu kenyamanan warga oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mendapat apresiasi dari Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, August Hamonangan. Ia menilai langkah tersebut sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap ketertiban lingkungan permukiman.

Menurut August, selama ini terdapat celah regulasi yang dimanfaatkan pelaku usaha untuk membangun lapangan padel tanpa mempertimbangkan dampak sosial. Salah satu celah yang disorot adalah kemudahan perizinan melalui sistem Online Single Submission (OSS).

Ia menyebut, kemudahan perizinan sering kali tidak diiringi pengawasan ketat terhadap aspek lingkungan dan sosial. Akibatnya, pembangunan fasilitas olahraga tersebut kerap menimbulkan keluhan warga sekitar.

Pebisnis, kata dia, melihat padel sebagai olahraga yang tengah naik daun dengan potensi pasar besar. Namun dalam praktiknya, faktor kebisingan dan dampak lingkungan kerap dikesampingkan demi mengejar keuntungan.

"Tapi sayang, mereka mengesampingkan faktor lingkungan, terutama masalah kebisingan," ujar August.

Ia menegaskan, aktivitas lapangan padel tidak boleh mengganggu ketenangan warga, terutama di kawasan permukiman. Selain kebisingan, persoalan parkir dan potensi kemacetan lalu lintas juga harus menjadi pertimbangan utama sebelum izin diterbitkan.

"Untuk apa kita mendapatkan pendapatan (PAD) kalau warga kita sengsara dan merasakan dampak negatifnya. Pemprov DKI jangan hanya mementingkan pendapatan saja," tegasnya.

August juga menyoroti adanya pembangunan lapangan padel tanpa Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) di kawasan Tanjung Barat. Ia menyebut praktik perizinan yang menyusul setelah pembangunan berjalan masih kerap terjadi.

"Kalau diprotes, izinnya baru menyusul belakangan. Praktik seperti ini masih ada," beber dia.

Ia mendukung kebijakan Pemprov DKI yang membatasi pembangunan lapangan padel hanya di zona komersial. Menurutnya, fasilitas olahraga tersebut tidak seharusnya berdiri di kawasan permukiman maupun ruang terbuka hijau (RTH).

August menekankan, pemerintah daerah memiliki kewenangan untuk menindak tegas usaha yang terbukti mengganggu ketertiban umum. Penutupan dapat menjadi opsi apabila pelanggaran terus terjadi dan berdampak luas bagi masyarakat.

"Kalau memang sangat mengganggu dan bikin macet, sebaiknya itu ditutup. Kita punya otonomi daerah. Selama itu mengganggu masyarakat dan membuat tidak tentram, ya kita tolak," pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

22 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
Daerah
Mau Tahu Alasan Dedi Mulyad...
Ekonomi
GoPay Permudah Masyarakat I...
Megapolitan
Waoooww….Warga Bandung ak...
Luar Negeri
Gempa Tibet Tewaskan 16 Ora...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.