Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ciptakan SDM Indonesia Berkualitas melalui Pembangunan Generasi Sehat

📅 Jumat, 27 Feb 2026, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Sejauh ini bagaimana dengan progres mengenai pendataan penerima manfaat MBG?

Pendataan penerima manfaat dilakukan bersama pemerintah daerah secara rinci, termasuk kelompok yang belum memiliki nomor induk kependudukan dan anak usia sekolah yang putus sekolah.

BGN memastikan pendataan penerima program MBG dilakukan secara inklusif dan transparan untuk menjangkau seluruh kelompok sasaran. Tidak ada namanya SPPG fiktif, tidak ada penerima MBG fiktif juga. Pendataan dilakukan bersama pemerintah daerah dengan pendekatan by name by address agar penetapan penerima manfaat dapat ditelusuri hingga tingkat individu dan alamat.

Pendataan juga menyasar warga negara yang belum memiliki nomor induk kependudukan serta anak usia sekolah yang putus sekolah, termasuk kelompok rentan yang selama ini kerap luput dari basis data program pemerintah. Mereka itu justru warga negara yang harus mendapatkan program.

Bagaimana dengan kritik terhadap kualitas layanan dan menu MBG?

BGN membuka ruang pengawasan publik, termasuk kritik terhadap kualitas layanan dan menu MBG di tingkat SPPG. BGN ini institusi yang terbuka, bahkan kita sudah mendapatkan nilai keterbukaan yang cukup tinggi. Semua orang berhak mengawasi seluruh menu yang dihasilkan oleh SPPG, dan siapa saja yang mengevaluasi, diapresiasi oleh BGN.

Sedangkan pengukuran hasil MBG sendiri akan menjadi bagian dari output program, namun pelaksana pengukuran perlu dilakukan oleh pihak yang independen. Pemerintah telah menyatakan bahwa penguatan akurasi data penerima dan evaluasi hasil program akan menjadi bagian dari upaya memastikan MBG berjalan tepat sasaran, berkelanjutan, dan terukur dampaknya, apalagiPresiden Prabowo Subianto telah memerintahkan pihak kamiuntuk terus meningkatkan kualitas dan keamanan program MBG.

Pak Presiden menyampaikan bahwa BGN harus tetap bekerja dengan cermat. Target tetap dikejar, tetapi kualitas dan keamanan harus ditingkatkan, itu arahan Pak Presiden.

Pada tahun 2026 ini, BGN akan menekankan pada peningkatan kualitas MBG dan melakukan tambahan edukasi di mana penerima manfaat tidak hanya mendapatkan intervensi pemenuhan gizi, tetapi juga mendapatkan edukasi terkait dengan pemilihan makanan yang sehat.

Tindakan BGN mengenai SPPG yang menyebabkan kasus keracunan?

SPPG yang menyebabkan kasus keracunan dan melanggar standar operasional prosedur akan diberi kartu kuning karena menyalahi prosedur yang lebih berat. Kemudian, kita akan evaluasi dan mungkin akan dihentikan untuk sementara agak lama yang diberikan kartu kuning.

Saya menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh penerima manfaat yang mengalami kejadian keracunan MBG dan terus melakukan investigasi penyebab insiden keamanan pangan di beberapa wilayah yang hingga saat ini masih terjadi.

Saya juga mengingatkan SPPG agar terus melakukan quality control terhadap bahan baku yang digunakan untuk MBG, dan memastikan kandungan setiap bahan aman untuk dikonsumsi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.