Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ciptakan SDM Indonesia Berkualitas melalui Pembangunan Generasi Sehat

📅 Jumat, 27 Feb 2026, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Apabila masyarakat lebih memperhatikan nilai gizi dalam setiap makanan yang dikonsumsi, maka kualitas hidup masyarakat bisa lebih meningkat untuk mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang lebih berkualitas.

Perhatikan pola makan dan bijaklah dalam memilih makanan agar kesehatan kita membaik. Dengan demikian maka pengeluaran pemerintah untuk mengatasi orang-orang sakit menurun, karena masyarakatnya sudah hidup sehat.

Selain itu orang tua juga perlu memahami kebutuhan gizi dasar anak-anak di rumah guna mencegah stunting, karena ketika anak sudah terkena stunting, maka akan sulit untuk menyembuhkannya.

Bagi seluruh komponen keluarga di Indonesia, semua perlu memperhatikan gizi, tidak hanya yang kita intervensi dengan MBG, tetapi kelompok masyarakat secara umum.

Sejauh ini apa dampak yang dirasakan terkait MBG?

Dampak MBG mulai terasa di daerah dimana siswa lebih aktif belajar dan bisa beraktivitas dengan tubuh yang lebih bugar. Dengan adanya MBG, anak-anak selalu semangat masuk sekolah. Di daerah-daerah, mereka kelihatannya lebih aktif belajar dan ketika beraktivitas, badannya kelihatan lebih kuat dan jarang sakit.

Namun demikian penting untuk para orang tua memahami kebutuhan gizi anak saat di rumah sebagai bentuk keberlanjutan yang paling penting dari program MBG, karena tanpa kesadaran tersebut, program ini tidak bisa mencapai tujuan utama untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Seringkali orang tua melihat yang penting anak asal makan dan mengikuti maunya anak, misal mau makan mi dengan nasi, itu sebetulnya energi, tetapi kan komposisinya tidak cukup untuk tumbuh dengan baik. Pemerintah perlu memperluas edukasi terkait pemahaman masyarakat secara umum apa yang harus dikonsumsi anak-anak ketika tumbuh.

Selain itu untuk memenuhi gizi seimbang, komposisi menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan, dimana dalam satu kali makan harus ada sumber energi, protein, lemak, dan serat agar kebutuhan angka kecukupan gizi (AKG) tubuh bisa tercukupi.

Mengenai menu kearifan lokal dalam program MBG?

Penggunaan bahan pangan lokal dalam program MBG mampu meningkatkan ketahanan pangan daerah serta perekonomian pelaku usaha kecil dan petani lokal. Penggunaan bahan pangan lokal tidak hanya menjamin kualitas gizi, tetapi juga mendorong perekonomian daerah, karena petani, peternak, dan pelaku usaha lokal terlibat langsung dalam rantai pasok program MBG.

BGN mendorong pemanfaatan menu berbasis kearifan lokal dalam pelaksanaan program MBG guna meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus memberdayakan potensi pangan daerah.

BGN akan menyusun standar menu kearifan lokal yang tetap memenuhi kebutuhan gizi anak dengan memanfaatkan bahan pangan unggulan daerah sehingga operasional SPPG diharapkan dapat berjalan lebih efektif, berkelanjutan, dan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Indonesia Turun Full Team Buat Kikis Kekuatan Vietnam

18 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Indonesia Turun Full Team B...

Kapal Kandas karena Air Surut Dampak Kemarau Panjang

23 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kapal Kandas karena Air Sur...
Megapolitan
Bapenda Kota Tangerang Sebu...

Pengembangan Produksi Tebu Terus Digencarkan

27 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pengembangan Produksi Tebu ...

Kewajiban Warga Menunaikan Tugas Fiskal Kini Dipermudah

32 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Kewajiban Warga Menunaikan ...
Nasional
Korem 132/Tadulako Bangun 5...
Luar Negeri
Trump Isyaratkan Negosiasi ...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.