Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Anak Gajah Mati Akibat Jerat di Taman Nasional Tesso Nilo, Kapolda Riau Turun ke Lokasi

📅 Jumat, 27 Feb 2026, 11:23 WIB | Oleh: Tim Penulis
Anak Gajah Mati Akibat Jerat di Taman Nasional Tesso Nilo, Kapolda Riau Turun ke Lokasi Doc: Polda Riau
Ket. Kondisi anak gajah yang mati di TN Tesso Nilo saat ditinjau Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan dan jajaran.

PEKANBARU - Kepolisian Daerah Riau menyelidiki kematian anak gajah liar di Resort Lancang Kuning, Seksi PTN Wilayah I Taman Nasional Tesso Nilo, Kabupaten Pelalawan dengan kaki mengalami infeksi diduga akibat jerat.

Kaolda Riau, Irjen Herry Herry Heryawan mengatakan pihaknya telah turun langsung bersama unsur reserse dan laboratorium forensik. Tujuannya memastikan setiap langkah penanganan dilakukan secara profesional serta tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum hasil pemeriksaan lengkap diperoleh.

“Kami ingin memastikan prosesnya berjalan berdasarkan fakta di lapangan. Karena itu saya bersama Dirkrimum dan Kabidlabfor turun langsung untuk melihat kondisi sebenarnya serta mendukung proses pemeriksaan yang sedang berlangsung,” kata Herry dalam keterangan diterima di Pekanbaru, Kamis.

Berdasarkan informasi awal, bangkai anak gajah ditemukan sekitar pukul 12.00 WIB, Kamis (26/2) dalam kondisi telah mengalami pembusukan. Diperkirakan anak gajah itu mati lebih dari satu pekan oleh tim medis Balai TNTN. Namun, masih dilakukan pendalaman guna memastikan penyebab pasti kematian.

Menurutnya, keterlibatan fungsi reserse dan laboratorium forensik menjadi bagian penting untuk mengantisipasi kemungkinan adanya unsur pelanggaran hukum, tanpa mengabaikan proses medis yang dilakukan pihak konservasi.

“Kita masih menunggu hasil pemeriksaan tim medis lewat nekropsi. Apabila nantinya ditemukan indikasi pidana, tentu akan ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku,” jelasnya.

Polda Riau saat ini lanjutnya tetap berkoordinasi Balai TNTN, serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam Riau guna mendukung pengumpulan data dan analisis di lokasi.

"Perkembangan lebih lanjut terkait penyebab kematian anak gajah tersebut akan disampaikan setelah hasil nekropsi dan pendalaman lapangan diperoleh secara menyeluruh," demikian Irjen Herry.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Dua Kapal Tanker Minyak Dis...
Megapolitan
Transjakarta Larang Aktivit...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.