Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Miris! Kepala Puskesmas di Karimun Kepri Ditangkap Karena Narkoba

📅 Selasa, 24 Feb 2026, 09:46 WIB | Oleh: Tim Penulis
Miris! Kepala Puskesmas di Karimun Kepri Ditangkap Karena Narkoba Doc: Polda Kepri
Ket. Foto oknum Kepala Puskesmas Moro dan oknum P3K Satpol PP Kecamatan Moro ditangkap Polda Kepri terkait tindak pidana narkotika, Senin (23/2/2026).

BATAM - Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kepulauan Riau menangkap Kepala Puskesmas Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun, yang berinisial BSS. Penangkapan tersebut dilakukan atas dugaan keterlibatan dalam tindak pidana penyalahgunaan narkotika.

Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Kepri, Kombes Pol. Suryono, mengatakan bahwa kasus ini terungkap berdasarkan hasil pengembangan perkara yang dilakukan oleh Subdit I Ditresnarkoba.

“Iya (ditangkap), seorang dokter di Moro, dia kepala puskesmas. Ini merupakan hasil pengembangan,” ujar Suryono saat dikonfirmasi di Batam, Senin (23/2).

Lebih lanjut Kasubdi I Ditresnarkoba Polda Kepri Kompol M. Komaruddin menjelaskan, BSS ditangkap berdasarkan hasil pengembangan tindak pidana umum yang dilakukan oleh Unit Jatanras Ditreskrimum Polda Kepri akhir pekan lalu.

Ia menjelaskan, awalnya Unit Jatanras Ditreskrimum Polda Kepri menangkap pelaku tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang berperan sebagai penadah di Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun.

Pelaku yang ditangkap berinisial M, anggota Satpol PP berstatus P3K di Kecamatan Moro. M ditangkap bersama barang bukti sembilan bungkus sabu seberat 1,18 gram.

“Jadi Jatanras mengamankan pelaku curanmor, sebagai penadah, inisialnya M. Saat digeledah rumahnya ada barang bukti sabu sebanyak sembilan paket kecil yang dibungkus plastik, beratnya 1,18 gram,” kata Komaruddin.

Selanjutnya M dibawa ke Ditreskrimum Polda Kepri untuk pemeriksaan lebih lanjut sebagai tersangka kasus pencurian kendaraan bermotor. Sedangkan untuk temuan narkotikanya ditangani oleh Unit I Ditresnnarkoba.

Penyidik memeriksa M dan menggali keterangan terkait asal sabu tersebut diperoleh. Kepada penyidik M mengaku bahwa sabu tersebut diperoleh dari dokter BSS, Kepala Puskesmas di Moro.

“Berdasarkan keterangan dari M inilah kami menjemput dokter BSS ini,” ujarnya.

Pada saat penjemputan itu, lanjut Komaruddin, pihaknya melakukan penggeledahan di rumah maupun di tempat kerjanya dokter BSS (kantor Puskesmas Moro), tidak ditemukan barang bukti sabu, tetapi ditemukan alat isap sabu.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter BSS mengaku barang bukti sabu didapatnya dari tersangka M. Sementara M mengaku dapat dari dokter BSS.

Kedua tersangka juga telah dilakukan konfrontir atas keterangannya, namun masing-masing tetap pada pernyataan sebelumnya.

Penyidik juga sudah melakukan pemeriksaan urine kepada dokter BSS, hasilnya positif mengandung amfetamin dan metafetamin (sabu).

“Pengakuan doter BSS ini sudah lama mengkonsumsi narkoba, sejak tahun 2008, beli dari tersangka M,” ujarnya.

Saat ini dokter BSS masih menjalani pemeriksaan di Mapolda Kepri dengan status sebagai tersangka penyalahgunaan narkotika. Sedangkan tesangka M dijerat dengan dua perkara berbeda, yakni terkait kasus pencurian kendaraan bermotor dan kepemilikan narkotika.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Edukasi untuk siswa SLB

1 jam lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Edukasi untuk siswa SLB
MILITER

TNI AD Tertibkan Rumah Dinas

1 jam lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
TNI AD Tertibkan Rumah Dinas

Kemeriahan Galuh Ethnic Carnival di Ciamis

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Galuh Ethnic Car...

Raker Komisi II DPR Bahas RKA/RKP

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Raker Komisi II DPR Bahas R...

XLSMART Bravo 500 Summit 2026

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
XLSMART Bravo 500 Summit 2026
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Digitalisasi Masif! Kota Cirebon Kuasai Transaksi QRIS di Kawasan Ciayumajakuning

Digitalisasi Masif! Kota Cirebon Kuasai Transaksi QRIS di Kawasan Ciayumajakuning

11 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.