Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menkop Dukung Kopdes Masuk Ritel Modern, Siapa Paling Untung?

📅 Selasa, 24 Feb 2026, 22:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menkop Dukung Kopdes Masuk Ritel Modern, Siapa Paling Untung? Doc: ANTARA/ Azmi Samsul M
Ket. Ilustrasi - Koperasi Desa Merah Putih.

JAKARTA – Kemitraan Koperasi Desa Merah Putih dengan ritel modern perlu dicermati secara kritis agar tidak sekadar menjadi hubungan yang timpang.

Di satu sisi, kolaborasi ini berpotensi membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk desa, meningkatkan volume penjualan, serta memperbaiki standar kualitas dan distribusi. Namun di sisi lain, posisi tawar koperasi bisa melemah jika skema kerja sama lebih menguntungkan ritel besar.

Secara struktural, ritel modern memiliki kendali pada rantai pasok, penetapan harga, hingga persyaratan administrasi yang kerap memberatkan pelaku usaha kecil.

Jika tidak diatur secara adil dan transparan, koperasi berisiko hanya menjadi pemasok murah tanpa memperoleh margin yang layak.

Karena itu, kemitraan harus dirancang berbasis prinsip kesetaraan, penguatan kapasitas koperasi, serta perlindungan terhadap keberlanjutan ekonomi anggota.

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mendorong Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih bermitra dengan ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart, guna memperkuat peran pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus menjaga keseimbangan kebutuhan konsumen.

Saat ditemui di Jakarta, Selasa (24/2), Ferry menegaskan bahwa isu pembatasan ekspansi ritel modern pada dasarnya bergantung pada pengaturan regulasi di masing-masing daerah.

Namun, ia menekankan bahwa keberadaan ritel modern tidak harus dipandang sebagai ancaman, melainkan dapat menjadi mitra strategis bagi Kopdes Merah Putih.

“Sebenarnya itu (masalah pembatasan) kan tinggal pengaturan regulasinya di masing-masing daerah," kata Ferry.

"Saya juga sudah berkomunikasi dengan teman-teman dari Indomaret, Pak Franky Welirang, dan dengan teman-teman dari Alfamart, bahwa koperasi desa bisa tetap bekerja sama dengan siapa pun,” ujar dia menambahkan.

Menurut dia, keberadaan ritel modern tetap dibutuhkan karena tidak semua produk dapat diproduksi oleh UMKM lokal.

Untuk itu, ia menilai kerja sama dengan pihak swasta tetap diperlukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Ada produk yang memang bisa diproduksi oleh UMKM lokal, tapi ada juga yang tidak. Tentu kita bisa bekerja sama dengan swasta untuk barang-barang yang mereka produksi,” katanya.

Ia menekankan bahwa pola kerja sama antara koperasi desa, UMKM, dan ritel modern harus diarahkan agar saling menguatkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Persoalan HAM Harus Diseles...
Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.