Menkeu: Pemerintah Perpanjang Penempatan Dana Rp200 Triliun di Bank BUMN
📅 Selasa, 24 Feb 2026, 12:47 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: Humas Kemenkeu
JAKARTA – Pemerintah memutuskan akan memperpanjang tenor penempatan dana sebesar Rp200 triliun di bank-bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga September 2026. Kebijakan ini bertujuan menjaga likuiditas perbankan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penyaluran kredit.
"Kami bertemu Gubernur BI Jumat (20/2) pekan lalu untuk konsolidasi kebijakan. Penempatan Rp200 triliun saat jatuh tempo di 13 Maret nanti akan langsung diperpanjang enam bulan ke depan," kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers APBN Kita, di Jakarta, Senin (23/2).
Purbaya menjelaskan bahwa saat kebijakan ini pertama kali diluncurkan pada 13 September 2025, pemerintah menetapkan tenor penempatan dana selama enam bulan. Dengan demikian, dana tersebut seharusnya jatuh tempo pada 13 Maret mendatang.
Namun, hasil rapat koordinasi terbaru antara Kementerian Keuangan dan Bank Indonesia memutuskan tenor penempatan akan diperpanjang enam bulan lagi hingga September 2026. Ia menegaskan bahwa bank-bank BUMN tidak perlu khawatir terhadap potensi penurunan likuiditas karena pemerintah akan tetap menjaga stabilitas pendanaan.
Hal ini, lanjut Purbaya, diharapkan juga bisa membuat bank semakin semangat dalam menyalurkan kredit produktif kepada masyarakat.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Sebelumnya banyak orang bertanya mengenai apakah bank akan kehilangan likuiditas karena uangnya ditarik pemerintah di Maret? Dengan pernyataan barusan saya tegaskan bahwa hal itu tidak akan terjadi," ucap dia.
Purbaya juga menyampaikan bahwa kebijakan penempatan dana yang terkoordinasi dengan strategi moneter Bank Indonesia telah memberikan dampak positif terhadap peredaran uang sejak September 2025 hingga Februari 2026. Sebagai contoh, kebijakan tersebut turut mendorong pertumbuhan uang primer (M0) sebesar 11,7 persen pada pekan pertama Februari.
Selain itu, pertumbuhan kredit mencapai 10 persen pada Januari, dengan suku bunga pinjaman tetap kompetitif di level 8,80 persen, turun dari 9,12 persen pada Agustus 2025. "Pertumbuhan M0 sebesar 11,7 persen ini sebetulnya memberi ruang untuk kredit tumbuh double digit juga," jelas dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Pertumbuhan M0 akan dijaga tetap double digit, dan Bank Indonesia berkomitmen akan mendukung pemerintah dalam hal ini," imbuh dia.
Oleh karenanya, Purbaya kembali optimistis bahwa perpanjangan masa penempatan dana tersebut dapat semakin menggerakkan perekonomian nasional.
"Kami akan evaluasi kembali di September nanti, enam bulan setelah perpanjangan. Harapannya ekonomi sudah semakin bergerak lebih tinggi dan berbagai program prioritas pemerintah semakin terlihat hasilnya," kata dia.
Pada September 2025, pemerintah menempatkan dana sebesar Rp200 triliun di bank-bank BUMN untuk meningkatkan likuiditas perbankan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi menjelang akhir tahun. Dana tersebut dialokasikan ke BRI sebesar Rp55 triliun, BNI Rp55 triliun, BTN Rp25 triliun, dan BSI Rp10 triliun. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!