Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Marak Kekerasan Anak Dinilai Pertanda Kegagalan Ekosistem Perlindungan Anak

📅 Selasa, 24 Feb 2026, 13:02 WIB | Oleh:
Marak Kekerasan Anak Dinilai Pertanda Kegagalan Ekosistem Perlindungan Anak Doc: antara foto
Ket. Pemerhati anak yang juga Dosen Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung, Nahar

JAKARTA - Pemerhati anak, Nahar menilai maraknya kasus kekerasan terhadap anak pertanda kegagalan ekosistem perlindungan anak dari dalam rumah hingga ruang publik.

"Maraknya kasus kekerasan pada anak pertanda kegagalan ekosistem perlindungan anak dari dalam rumah hingga ruang publik," katanya saat dihubungi di Jakarta, Selasa (24/2), menanggapi kasus kekerasan terhadap anak diduga oleh ibu tiri, yang berujung korban meninggal dunia di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Untuk itu, menurut Nahar, perlu terus diupayakan upaya pencegahan kekerasan dalam rumah/keluarga, serta meningkatkan kualitas pola pengasuhan agar tidak memicu permasalahan pada hubungan antaranak dan orang tua tirinya.

"Membangun lingkungan seperti tetangga, sekolah/pesantren, RT/RW yang responsif atau tidak boleh mengabaikan tanda-tanda anak memiliki masalah dalam rumah," kata Dosen Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung ini.

Selain itu, lingkungan juga harus mampu mendeteksi serta memberikan intervensi sejak awal bagi anak yang memiliki kesulitan melaporkan masalahnya dan mencari bantuan, serta memberikan pemahaman masalah kerentanan anak dalam pola kekerasan pengasuhan yang sudah berlangsung lama.

"Jika ada kematian akibat kekerasan, perlu memastikan apakah kematian tersebut semata-mata karena faktor pengasuhan yang tidak layak atau karena faktor lain yang diantaranya karena medis," kata eks Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak itu.

Sebelumnya, seorang anak laki-laki (12) meninggal dunia diduga karena dianiaya oleh ibu tirinya di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Korban meninggal dengan luka lebam dan luka bakar pada tubuhnya.

Korban sehari-harinya tinggal di pesantren. Namun saat kejadian, korban sedang libur untuk persiapan awal puasa bersama keluarga.

Ketika itu, ayah korban yang tengah bekerja di Kota Sukabumi, ditelepon istrinya yang memintanya segera pulang dengan alasan korban jatuh sakit.

Setibanya ayah korban pulang ke rumah, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Jampang Kulon untuk mendapatkan penanganan medis. Namun nahas, korban akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di RS tersebut.

Polres Sukabumi menduga ada kekerasan terhadap korban dalam kasus ini dan menaikkan status kasus ke tahap penyidikan. Polisi masih menunggu hasil otopsi korban.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.