Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Di Sidang Dewan HAM PBB, Menlu RI Soroti Kemunduran Pelucutan Senjata

📅 Selasa, 24 Feb 2026, 08:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Di Sidang Dewan HAM PBB, Menlu RI Soroti Kemunduran Pelucutan Senjata Doc: Kemlu RI
Ket. Menteri Luar Negeri RI Sugiono berbicara di Sidang ke-61 Dewan HAM PBB di Jenewa, Swiss, Senin (23/2/2026).

JAKARTA - Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan Indonesia tetap berkomitmen pada pelucutan senjata multilateral sebagai pilar perdamaian dan keamanan internasional di tengah meningkatnya ketegangan global.

"Kami percaya komitmen ini bukanlah idealisme. Ini adalah keniscayaan," kata Sugiono dalam Sidang ke-61 Dewan HAM PBB di Jenewa, Swiss, Senin (23/2), seperti dikutip dalam siaran pers Kementerian Luar Negeri.

Ia mengatakan situasi global saat ini lebih berbahaya, tidak pasti, dan terpolarisasi dibandingkan tahun lalu karena banyak negara beralih ke pendekatan defensif.

Menurut Sugiono, hukum internasional dan lembaga multilateral menghadapi tekanan yang semakin besar.

Ia menyebut lanskap pelucutan senjata global tidak hanya stagnan, tetapi juga mengalami kemunduran.

"Lebih dari 12.000 hulu ledak masih ada. Program modernisasi meningkat, persenjataan diperluas, dan retorika nuklir semakin sering serta mengkhawatirkan," katanya.

Sugiono menambahkan berakhirnya New Strategic Arms Reduction Treaty (New START) — perjanjian terakhir pembatasan senjata nuklir antara AS dan Rusia, dua negara dengan persenjataan nuklir terbesar di dunia — menjadi perkembangan yang mengkhawatirkan.

"Untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, tidak ada batasan yang disepakati atas kekuatan nuklir strategis mereka," katanya.

Ia juga menyoroti perkembangan teknologi baru seperti kecerdasan buatan (AI), kemampuan siber, dan ruang angkasa yang dinilai menambah risiko eskalasi tanpa pengaman yang jelas.

"Upaya pelucutan senjata multilateral harus sejalan dengan realitas ini," kata Sugiono.

Sidang ke-61 Dewan HAM PBB merupakan sidang pertama yang dipimpin Indonesia melalui Wakil Tetap RI untuk PBB di Jenewa, Duta Besar Sidharto R. Suryodipuro, sejak badan tersebut dibentuk pada 2006. Sidang berlangsung pada 23 Februari- 31 Maret.

Selama kepemimpinan RI, sejumlah isu tematis diangkat, antara lain pencegahan sunat perempuan, promosi budaya perdamaian, pembiayaan pembangunan berkelanjutan, hak penyandang disabilitas, dan hak anak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Ekonomi
OJK Targetkan Lima Bank Sya...
Advertisement
Menko Perekonomian: Pekerja dengan Gaji Setara UMP Bakal Bebas Pajak

Menko Perekonomian: Pekerja dengan Gaji Setara UMP Bakal Bebas Pajak

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.