Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wamenlu dan PBB Bahas Program Makan Bergizi Gratis dalam Mendukung SDGs

📅 Jumat, 28 Feb 2025, 11:22 WIB | Oleh:
Wamenlu dan PBB Bahas Program Makan Bergizi Gratis dalam Mendukung SDGs Doc: Kemlu RI
Ket. Wamenlu Arrmanatha Nasir saat menerima kunjungan Kapala Perwakilan PBB di Indonesia di Kantor Kemlu Jakarta, 27 Februari 2025.

JAKARTA – Wakil Menteri Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, membahas program Makan Bergizi Gratis bersama Kepala Perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Indonesia, Gita Sabharwal, di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (27/2).

Program Makan Bergizi Gratis yang dijalankan Pemerintahan Presiden Prabowo berkontribusi langsung dalam mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

“Program badan PBB di Indonesia harus sejalan dan mendukung prioritas pembangunan nasional, salah satunya turut menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis, “ ujar Wamenlu saat menerima kunjungan Kepala Perwakilan PBB di Indonesia.

Tata mengatakan program Makan Bergizi Gratis di Indonesia turut mendukung agenda pembangunan global.

Hasil riset yang dipublikasikan Badan Pangan Dunia pada tahun 2017 memaparkan kontribusi program makan bergizi untuk anak sekolah bagi capaian SDG2 terkait pengentasan kelaparan, SDG4 terkait akses terhadap pendidikan yang berkualitas, serta SDG5 dalam mendukung partisipasi anak perempuan dalam pendididikan.

Secara tidak langsung, program ini juga akan mendukung SDG1 terkait pengentasan kemiskinan, SDG8 terkait penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi, serta SDG10 terkait upaya menjembatani kesenjangan sosial.

Kepala Perwakilan PBB di Indonesia juga menyampaikan rencana untuk menyusun program PBB yang lebih tepat sasaran dan targeted sesuai kebutuhan di tiap provinsi, untuk mendukung pembangunan dan capaian SDGs di seluruh daerah di Indonesia.

Pertemuan kali ini juga membahas kolaborasi Pemerintah Indonesia dan PBB dalam isu pendanaan pembangunan. Wamenlu Tata harapkan dukungan PBB untuk mendukung pendanaan pembangunan di Indonesia, termasuk menjajaki peluang pemanfaatan Islamic finance untuk pembangunan, termasuk memberdayakan zakat untuk membantu mendukung pembangunan global, terutama di negara-negara yang terdampak krisis.

Selain kerja sama Indonesia dan PBB, pertemuan juga membahas perkembangan situasi geopolitik global. “Kita harus memanfaatkan momentum 80 tahun PBB di tahun ini untuk mendorong penguatan multilateralisme dan penghormatan hukum internasional,” kata Wamenlu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.