Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Angkat Besi Siapkan Strategi Hadapi Asian Games dan Olimpiade

📅 Senin, 23 Feb 2026, 06:57 WIB | Oleh:
Angkat Besi Siapkan Strategi Hadapi Asian Games dan Olimpiade Doc: ANTARA/Indrianto Eko S
Ket. Lifter Rahmat Erwin Abdulah melakukan angkatan snatch saat mengikuti pemusatan latihan cabor angkat besi di Mess Kwini, Jakarta. Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) menyiapkan 12 lifter untuk berlaga di perhelatan SEA Games 2025 Thailand .

JAKARTA - Langkah besar mulai dilakukan Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI). Sebanyak 14 lifter terbaik dipanggil ke pemusatan latihan nasional sebagai fondasi menghadapi Asian Games 2026 sekaligus membuka jalan panjang menuju Olimpiade Los Angeles 2028.

Nama-nama elite kembali menghuni pelatnas. Atlet legendaris angkat besi Indonesia, Eko Yuli Irawan, tetap menjadi andalan. Dia berlatih bersama peraih emas Olimpiade Paris 2024, Rizki Juniansyah, serta peraih perunggu Olimpiade Tokyo 2020, Rahmat Erwin Abdullah.

Manajer tim, Pura Darmawan, menegaskan tiga target utama tahun ini. “Yang dikejar tiga untuk tahun ini. Yang utama Asian Games. Kemudian kita juga menuju Olimpiade 2028, dan kualifikasinya sudah mulai tahun ini,” ujarnya.

Fokus terdekat adalah Asian Games 2026 di Aichi–Nagoya, Jepang, 19 September–4 Oktober. Ajang tersebut bukan sekadar perburuan medali, melainkan tolok ukur kesiapan Indonesia memasuki periode kualifikasi Olimpiade. Babak kualifikasi resmi dimulai lewat Kejuaraan Dunia Senior pada 27 Oktober–8 November 2026 di Ningbo, Tiongkok. Di Los Angeles 2028, total 120 lifter, 60 putra dan 60 putri, akan bersaing dalam 12 kelas.

Strategi besar pun disiapkan. Indonesia memastikan Rizki dan Rahmat tak lagi bertarung di kelas yang sama. Komite Olimpiade Indonesia (KOI) melakukan diplomasi dengan Federasi Angkat Besi Dunia (IWF) agar keduanya berada di kelas berbeda pada tahun 2028.

Ketua Umum KOI, Raja Sapta Oktohari, optimistis skema ini membuka peluang emas ganda. Dengan pembagian kelas 75 kg untuk Rizki dan 85 kg bagi Rahmat, Indonesia berpeluang menempatkan dua lifter di podium tertinggi.

Di sisi lain, PB PABSI memastikan absen dari Kejuaraan Asia 2026 di India, 1–10 April. Alasannya jelas: ajang tersebut masih menggunakan kelas lama yang tidak lagi selaras dengan format Olimpiade. Kejuaraan Asia mempertandingkan delapan kelas putra dan delapan putri, sementara Olimpiade telah menerapkan kelas baru yang lebih ramping. ben/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.