Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menkeu Purbaya: Rupiah Bakal Berbalik Menguat dalam Dua Pekan

📅 Rabu, 14 Jan 2026, 11:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menkeu Purbaya: Rupiah Bakal Berbalik Menguat dalam Dua Pekan Doc: ANTARA
Ket. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan dalam wawancara cegat di Jakarta, Rabu (14/1/2026). 

JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan yakin nilai tukar rupiah bakal berbalik menguat terhadap dollar AS dalam dua pekan.

“Tidak usah panik, rupiah akan segera menguat dalam dua minggu ke depan,” kata Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (14/1).

Hingga sejauh ini, ia mengatakan masih menunggu masukan dari Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas moneter yang bertanggung jawab menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Tetapi, secara paralel, Purbaya juga mengatakan terus memperbaiki kinerja perekonomian nasional untuk mencetak pertumbuhan yang lebih tinggi. Dirinya optimistis tahun 2026 perekonomian Indonesia dapat mencapai angka enam persen.

“Fondasi ekonomi akan terus membaik ke depan. Nggak ada alasan orang takut untuk mengonversi ke rupiah. Asing juga sudah masuk. Anda lihat pasar modal kita. Kalau dikendalikan dengan benar, tidak terlalu sulit untuk mengembalikan rupiah,” ujar dia.

Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Rabu, bergerak menguat 7 poin atau 0,04 persen menjadi Rp16.870 per dollar AS dari sebelumnya Rp16.877 per dollar AS.

Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, mengatakan kurs rupiah berpotensi melemah seiring ancaman Presiden AS Donald Trump mengenakan tarif terhadap negara-negara yang berdagang dengan Iran.

“Pengumuman ini telah meningkatkan ketegangan perdagangan antara AS dan China, terutama karena China merupakan importir utama minyak Iran,” katanya kepada ANTARA.

Mengutip Anadolu, Trump mengumumkan pemberlakuan tarif sebesar 25 persen terhadap semua negara yang masih berdagang dengan Iran.

Trump menegaskan bahwa keputusan tersebut bersifat final dan akan diberlakukan sesegera mungkin, meski belum ada rincian soal penerapannya.

“Hari ini, rupiah diperkirakan akan diperdagangkan dalam kisaran Rp16.800–Rp16.900 per dollar AS,” ujar Josua.

Adapun sentimen lainnya berasal dari rilis data inflasi headline (Indeks Harga Konsumen/IHK) AS pada Desember 2025 yang tetap stabil di 2,7 persen year-on-year (yoy) atau sesuai ekspektasi, sementara inflasi inti tak berubah di 2,6 persen yoy atau di bawah perkiraan pasar sebesar 2,7 persen yoy.

Selain itu, data penjualan rumah baru Oktober 2025 sebesar 737 ribu dari 738 ribu, tetapi melebihi ekspektasi sebesar 715 ribu. “Ini menunjukkan bahwa permintaan konsumen tetap tangguh,” ujar dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...

Pasar pangan murah menjangkau warga Jakarta

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

2 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

2 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.