Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Petani Nanas Terdampak Karhutla di Natuna Dapat Bantuan Tunai dan Pupuk

📅 Senin, 27 Apr 2026, 17:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Petani Nanas Terdampak Karhutla di Natuna Dapat Bantuan Tunai dan Pupuk Doc: Antara
Ket. Kebun nanas petani Natuna yang terdampak kebakaran pada Maret 2026.

Natuna – Pemerintah Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, menyalurkan bantuan kepada petani yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai upaya pemulihan pascabencana.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Natuna, Wan Syazali, mengatakan pada Senin (27/4), kebakaran yang terjadi pada pekan terakhir Maret 2026 menghanguskan puluhan hektare lahan di Kecamatan Bunguran Batubi, termasuk kebun nanas milik warga.

Berdasarkan pendataan, sekitar 3,85 hektare kebun nanas milik sembilan petani mengalami kerusakan. Para petani tersebut tergabung dalam tiga kelompok tani.

“Kami telah menyiapkan bantuan sekitar Rp20 juta, ditambah satu ton pupuk dan 100 kilogram pestisida. Bantuan akan kita serahkan pada Rabu (29/4),” ujarnya.

Ia menjelaskan, bantuan uang tunai sebesar Rp20 juta itu merupakan total yang akan dibagikan kepada sembilan petani terdampak. Penyaluran dilakukan secara proporsional sesuai luas lahan yang terbakar.

Meski demikian, kerugian yang dialami petani diperkirakan jauh lebih besar. DKPP Natuna mencatat total kerugian mencapai ratusan juta rupiah, yang dihitung dari potensi hasil panen nanas yang hilang akibat kebakaran.

Pemerintah daerah berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban petani serta membantu mereka kembali mengelola lahan dan melanjutkan aktivitas pertanian.

“Nilai bantuan yang diberikan menyesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia,” kata Wan Syazali.

Sebelumnya, Pemkab Natuna melakukan operasi pemadaman kebakaran lahan seluas 17 hektare (ha). Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Natuna Syawal dikonfirmasi dari Natuna, Sabtu, mengatakan kejadian tersebut di tiga lokasi di Kecamatan Bunguran Selatan pada Jumat (24/4).

Lokasi pertama di Tanjung Saguk. Peristiwa ini terjadi pada pagi. Proses pemadaman dimulai pukul 11.55 WIB dan diakhiri pada pukul 14.21 WIB.

"Luas lahan yang terbakar di lokasi ini sekitar tiga hektare dan merupakan milik masyarakat," ucapnya.

Lokasi kedua di Penarek dengan luas kebakaran sekitar 10 hektare. Laporan kejadian diterima pukul 14.15 WIB, kemudian pemadaman dimulai pada pukul 15.10 WIB dan diakhiri pada pukul 17.40 WIB.

"Setelah menyelesaikan penanganan di lokasi pertama, tim Regu Charlie langsung bergerak ke lokasi ini menggunakan armada BP 9000 N," katanya.

Lokasi ketiga di Pian Padang dengan luas lahan terbakar sekitar empat hektare. Laporan diterima pukul 17.45 WIB dan proses pemadaman dimulai pada pukul 17.57 WIB. Akhir pemadaman pada pukul 18.40 WIB.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.