Tradisi Unik Ramadan di Berbagai Negara, dari Indonesia hingga Kirgistan
📅 Minggu, 22 Feb 2026, 09:19 WIB | Oleh: Lili LestariDi sisi lain, tuan rumah yang mendengarkan mani tersebut menjadi bagian dari tradisi yang bermakna ini dengan memberikan suguhan kepada kaum muda dengan sepenuh hati.
UEA, Anak-anak Bernyanyi Demi Permen
Bisa diilang versi Muslim dari tradisi "trick-or-treating". Tradisi "Haq Al Laila" berlangsung pada tanggal 13, 14, dan 15 Ramadan. Tradisi ini dimulai di Bahrain, di mana anak-anak berkeliling lingkungan dengan mengenakan pakaian berwarna cerah, mengumpulkan permen sambil menyanyikan lagu tradisional setempat.
Nyanyian tersebut berbunyi Aatona Allah Yutikom, Bait Makkah Yudikum , yang diterjemahkan dari bahasa Arab menjadi 'Berilah kepada kami dan Allah akan memberi pahala kepadamu dan membantumu mengunjungi Baitullah di Mekah.'
Sebaiknya Anda baca juga:
Sekarang, tradisi ini dirayakan di seluruh negara-negara Teluk, menyoroti pentingnya ikatan sosial yang kuat dan nilai-nilai keluarga.
MAROKO, Pembawa Berita Melantunkan Doa Saat Fajar
Selama Ramadan, Nafar — seorang penyeru kota — berkeliling di lingkungan Maroko, mengenakan pakaian tradisional berupa gandora, sandal, dan topi, meniup terompetnya untuk membangunkan keluarga untuk sahur. Orang-orang memilih Nafar karena kejujuran dan empatinya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tradisi ini berasal dari abad ketujuh ketika seorang sahabat Nabi Muhammad akan berkeliling jalanan saat fajar sambil menyanyikan doa-doa yang merdu.
SURIAH, Meriam Ditembakkan Saat Berbuka Puasa
Dikenal sebagai Midfa al Iftar, tradisi ini konon dimulai di Mesir lebih dari 200 tahun yang lalu ketika negara itu diperintah oleh penguasa Ottoman, Khosh Qadam.
Saat menguji meriam baru pada saat matahari terbenam, Qadam secara tidak sengaja menembakkannya. Suaranya bergema di seluruh Kairo. Hal itu mendorong banyak warga sipil untuk berasumsi bahwa ini adalah cara baru untuk menandai berakhirnya puasa. Kemudian, negara-negara lain seperti Suriah dan Lebanon, mengadopsi tradisi tersebut.
INDONESIA, Ritual Penyucian Diri Menandai Ramadan
Indonesia memiliki banyak tradisi yang dilakukan sebelum dan selama menjalani ibadah puasa Ramadan. Salah satunya Padusan (yang berarti “mandi”), sebuah tradisi dalam masyarakat Jawa di mana umat Muslim melakukan berbagai ritual untuk ‘membersihkan’ diri pada hari sebelum Ramadan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!