Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Thailand Tenggelamkan Kapal Pukat Malaysia setelah Curi Ikan dan Tabrak Kapal Patroli

📅 Minggu, 22 Feb 2026, 19:47 WIB | Oleh:
Thailand Tenggelamkan Kapal Pukat Malaysia setelah Curi Ikan dan Tabrak Kapal Patroli Doc: Foto: Dnation
Ket. Kapal Pukat Malaysia sebelum ditenggelamkan Kapal patroli Angkatan Laut Thailand.

BANGKOK, THAILAND - Kapal patroli Angkatan Laut Thailand melepaskan tembakan peringatan ke arah kapal pukat ikan Malaysia yang mencoba menabraknya setelah kedapatan melakukan penangkapan ikan ilegal di perairan Thailand.

Kapal tersebut kemudian tenggelam dan awaknya ditahan, kata juru bicara Angkatan Laut, Laksamana Muda Parach Rattanachaiyapan, Minggu (22/2).

“Pada 20 Februari 2026, kapal-kapal nelayan Thailand melaporkan kepada Komando Wilayah Tiga Angkatan Laut Thailand tentang delapan hingga sepuluh kapal pukat kecil Malaysia yang melakukan penangkapan ikan ilegal di perairan teritorial Thailand – delapan mil laut dari Pulau Lipe,” kata Parach kepada wartawan.

Parach menambahkan bahwa kapal patroli Angkatan Laut yang dikerahkan untuk memeriksa informasi tersebut terpaksa melepaskan tembakan peringatan ketika satu kapal pukat mencoba menabraknya.

Komandan kapal patroli, yang mendapati sedikitnya 10 kapal Malaysia berada di perairan Thailand berdasarkan laporan nelayan setempat. Kapal patroli Thailand kemudian menggunakan pengeras suara untuk memerintahkan mereka segera mematikan mesin dan bersiap menjalani pemeriksaan, kata juru bicara tersebut.

“Sebagian besar kapal pukat berusaha segera meninggalkan perairan Thailand, namun satu kapal bermanuver sangat dekat dengan kapal Angkatan Laut dengan indikasi jelas hendak menabrak,” ucap Parach

Awak patroli kemudian melepaskan tembakan peringatan, yang mengakibatkan satu awak kapal pukat kecil itu terluka. Dua lainnya ditahan, dan kapal tersebut tenggelam.

Parach menambahkan, ketiga awak kapal pukat Malaysia tersebut merupakan warga negara Thailand yang bekerja berdasarkan kontrak di negara tetangga itu.

Pria yang terluka telah mendapatkan perawatan di rumah sakit di Provinsi Satun, wilayah paling selatan Thailand yang berbatasan dengan Malaysia, sementara dua lainnya diserahkan kepada aparat penegak hukum setempat dan ditahan berdasarkan keputusan pengadilan. Ant/sumber: Sputnik/RIA Novosti

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Luar Negeri
Hubungan dengan AS Memburuk...
Daerah
Bendungan Ameroro pasok air...
Ekonomi
Menuju MotoGP Mandalika 202...
Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
Advertisement
Soal Jalan Rusak di Garut, KDM Panggil Bupati ke Bandung, Minta Anggaran Perbaikan Jalan Dirombak Total

Soal Jalan Rusak di Garut, KDM Panggil Bupati ke Bandung, Minta Anggaran Perbaikan Jalan Dirombak Total

14 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.