Hubungan dengan AS Memburuk, Kanada Mendekat ke Uni Eropa
📅 Senin, 14 Sep 2026, 08:41 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA - Perdana Menteri (PM) Kanada Mark Carney mengusulkan agar negaranya menjadi anggota luar biasa Uni Eropa untuk mempercepat pergeseran arah kerja sama dengan Eropa setelah kegagalan pembicaraan perdagangan dengan Amerika Serikat.
Hal itu seperti dilaporkan The Wall Street Journal dengan mengutip sumber-sumber dari kedua belah pihak tersebut.
Uni Eropa, yang dikenal dengan aturan ketat atas keanggotaannya, bersikap terbuka terhadap gagasan PM Carney, menurut laporan The Wall Street Journal.
Surat kabar tersebut melaporkan Carney telah menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk melakukan pembicaraan tertutup dengan para pemimpin dari hampir semua negara besar di Eropa, termasuk Prancis, Italia, Jerman, dan negara-negara Skandinavia.
Tujuan utama pembicaraan tersebut adalah untuk mengintegrasikan Kanada secara lebih erat ke dalam pasar Eropa.
Menurut laporan tersebut, kedua pihak sedang mempertimbangkan untuk mengintegrasikan Kanada ke pasar tunggal Uni Eropa senilai $21 triliun (sekitar Rp369,7 triliun) untuk sejumlah sektor, seperti industri pertahanan, energi, kecerdasan buatan, dan pasokan mineral kritis.
Selain itu, laporan tersebut menyebutkan sedang berlangsung pembahasan mengenai pemasangan kabel bawah laut antara Eropa dan Kanada, pembangunan bersama pusat data dan jaringan satelit, serta pengalihan rute pasokan gas Kanada ke Eropa dengan melewati AS.
Sementara itu, sebagaimana ditekankan dalam publikasi tersebut, diprediksi ada hambatan signifikan dalam perjalanan menuju integrasi baru itu.
Kanada kemungkinan besar harus berkontribusi pada anggaran Uni Eropa, menyerahkan sebagian kedaulatannya, dan mengadopsi peraturan internal Uni Eropa.
Sebelumnya, Bloomberg melaporkan Uni Eropa dan Kanada akan mengumumkan aliansi strategis di bidang perdagangan, pertahanan, dan teknologi pada 16 September mendatang untuk bersama-sama menghadapi tekanan ekonomi dan politik dari AS dan Tiongkok.
Hubungan antara AS dan Kanada memburuk secara drastis pada tahun 2025 setelah Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif atas impor sebesar 25 persen dari Kanada, dengan alasan ancaman keamanan nasional dan perdagangan narkoba.
Sebagai tanggapan, Kanada menerapkan langkah-langkah timbal balik.
Meskipun tarif sempat dibekukan sementara dan berbagai upaya dilakukan untuk menyelesaikan sengketa, AS kemudian menaikkan tarif tersebut menjadi sebesar 50 persen untuk produk baja dan aluminium.
Menurut Bloomberg, putaran negosiasi perdagangan terbaru gagal pada menit-menit terakhir akibat sikap yang diambil oleh Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!