Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Harga Kayu Manis di Malalak Terlalu Murah, Petani di Kabupaten Agam Minta Pemerintah Turun Tangan

📅 Minggu, 22 Feb 2026, 17:00 WIB | Oleh:
Harga Kayu Manis di Malalak Terlalu Murah, Petani di Kabupaten Agam Minta Pemerintah Turun Tangan Doc: Antara Foto
Ket. Roni salah seorang pengepul kulit manis memikul kulit manis yang baru saja dibeli dari petani di Kabupaten Agam, Minggu (22/2).

Sejumlah petani kayu manis (Cinnamomum) di Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar) berharap pemerintah mengatur dan memperhatikan nilai jual rempah-rempah tersebut mengingat harganya yang dinilai terlalu murah.

"Kami sangat berharap pemerintah memperhatikan harga jual kayu kulit manis petani di Malalak," kata Sulaiman salah seorang petani kayu manis di Kabupaten Agam, Minggu.

Di Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam, selain bersawah pada umumnya masyarakat setempat bekerja sebagai petani kayu manis, yang oleh masyarakat di sana juga dikenal sebagai kulit manis. Tumbuhan bernama latin Cinnamomum itu banyak ditanam di area pekarangan rumah hingga dalam kawasan hutan. 

Saat ini, kata Sulaiman, harga jual kayu atau kulit manis kepada pengepul hanya berkisar Rp30 ribuan per kilogram (kg). Bahkan, harganya pernah jatuh hingga Rp20 ribu per kilogram, padahal tanaman rempah tersebut merupakan komoditas ekspor dengan sasaran beberapa negara di dunia.

Senada dengan itu, Andri Yandra petani kulit manis lainnya di Agam berharap pemerintah membuat kebijakan yang lebih peduli kepada petani. Apalagi, tanaman tersebut sudah menjadi mata pencarian masyarakat selama puluhan tahun lamanya.

"Anak-anak kami di sini bersekolah karena kulit manis ini, bahkan mereka bisa menjadi sarjana karena kulit manis. Tapi sekarang harganya sangat murah," ujar dia.

Ia mengatakan setiap pohon kayu manis yang ditanam baru bisa dipanen paling cepat di usia delapan tahun.

Idealnya, menurut Andri, kulit manis terbaik baru bisa dipanen 12 hingga 15 tahun. Namun, desakan kebutuhan dan ekonomi tak jarang membuat warga terpaksa memanen kulit manis lebih cepat sehingga nilai jualnya sangat rendah.

Sementara itu, Roni salah seorang pengepul atau pedagang kulit manis menyebutkan saat ini harga beli kulit manis di tingkat petani berkisar di angka Rp30 ribu atau paling tinggi Rp40 ribu per kilogram.

"Harga beli itu tergantung kualitasnya. Kalau bagus bisa mencapai Rp40 ribu per kilogram," ujar dia.

Para petani kayu manis di Malalak sempat berhenti berproduksi karena terdampak bencana banjir bandang pada akhir November 2025 lalu. Baru sekitar sebulan kemudian pasokan rempah-rempah kayu manis mereka yang sudah menembus pasar Malaysia hingga Eropa itu mulai kembali mengalir. 

Para pengepul kayu manis di Agam membawanya ke Bukittinggi sebelum diekspor keluar negeri. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Edukasi untuk siswa SLB

1 jam lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Edukasi untuk siswa SLB
MILITER

TNI AD Tertibkan Rumah Dinas

1 jam lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
TNI AD Tertibkan Rumah Dinas

Kemeriahan Galuh Ethnic Carnival di Ciamis

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Daerah
Kemeriahan Galuh Ethnic Car...

Raker Komisi II DPR Bahas RKA/RKP

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Raker Komisi II DPR Bahas R...

XLSMART Bravo 500 Summit 2026

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
XLSMART Bravo 500 Summit 2026
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Digitalisasi Masif! Kota Cirebon Kuasai Transaksi QRIS di Kawasan Ciayumajakuning

Digitalisasi Masif! Kota Cirebon Kuasai Transaksi QRIS di Kawasan Ciayumajakuning

11 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.