Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Anjlok, Petani Kakao di Lebak Terpaksa Tunda Penjualan

📅 Minggu, 22 Feb 2026, 13:08 WIB | Oleh:
Harga Anjlok, Petani Kakao di Lebak Terpaksa Tunda Penjualan Doc: antara foto
Ket. Kakao hasil dari panen petani di Lebak, Banten.

LEBAK - Sejumlah petani kakao di Kabupaten Lebak, Banten, terpaksa menunda penjualan akibat harga di pasaran anjlok dari 45.000 menjadi 20.000 rupiah per kilogram (kg).

"Kita panen kakao bulan Januari 2026 lalu, lebih baik disimpan sambil menunggu harga kembali membaik," kata Didi, seorang petani kakao di Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, Sabtu (21/2).

Anjloknya kakao tersebut, menurut dia, sudah terjadi dalam beberapa hari terakhir di tingkat pengepul. Padahal sebelumnya harga kakao cukup baik, bahkan sempat menembus 135.000 rupiah per kg pada 2024.

Oleh karena itu, Didi yang saat ini memiliki biji kakao sebanyak 500 kg mengatakan lebih memilih menyimpannya sambil menunggu harga kembali membaik.

"Kami tidak menjual kakao dulu, karena harganya murah dan dipastikan merugi," katanya menjelaskan.

Begitu juga petani kakao Lebak lainnya, Ujang yang mengaku memiliki kakao sebanyak 250 kg, namun terpaksa tidak menjual karena harga di pengepul turun.

Penurunan harga kakao yang terjadi beberapa hari terakhir itu, menurut dia, dipengaruhi oleh musim panen di beberapa daerah sentra penghasil coklat.

"Kita lebih baik tidak menjual kakao terlebih dahulu sambil menunggu kepastian harga pasaran," katanya.

Sementara itu, Bambang (47) seorang pengepul hasil bumi di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, mengatakan kini menampung kakao kering dari berbagai daerah di Lebak, Serang dan Pandeglang, namun dengan jumlah relatif kecil.

"Kami sekarang tampak sepi untuk menampung kakao, karena kebanyakan petani menunda menjualnya usai harga coklat anjlok," katanya menjelaskan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.