Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Hari Ini Kembali Tertekan, The Fed Belum Jinak

📅 Jumat, 22 Mei 2026, 17:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Hari Ini Kembali Tertekan, The Fed Belum Jinak Doc: ANTARA/ Muhammad Adimaja
Ket. Ilustrasi - Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS dan rupiah di sebuah bank di Jakarta.

JAKARTA – Pelemahan rupiah mencerminkan meningkatnya kehati-hatian pasar terhadap prospek suku bunga tinggi di Amerika Serikat (AS) yang diperkirakan bertahan lebih lama.

Ekspektasi tersebut mendorong aliran modal global kembali mengarah ke aset dolar AS yang dianggap lebih aman dan memberikan imbal hasil tinggi.

Kondisi ini menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, terutama ketika ketidakpastian ekonomi global masih tinggi.

Di sisi lain, pelemahan rupiah juga berpotensi meningkatkan tekanan impor dan inflasi domestik, sehingga menjaga stabilitas nilai tukar menjadi tantangan penting bagi otoritas moneter dalam menjaga kepercayaan pasar.

Nilai tukar (kurs) rupiah pada penutupan perdagangan, Jumat (22/5), melemah 50 poin atau 0,28 persen jadi Rp17.717 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.667 per dolar AS.

Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa menilai pelemahan ini disebabkan meningkatnya ekspektasi bahwa kebijakan suku bunga The Fed akan bertahan lebih lama.

“Pergerakan nilai tukar masih dipengaruhi penguatan dolar AS seiring meningkatnya ekspektasi bahwa kebijakan suku bunga tinggi Federal Reserve akan bertahan lebih lama,” katanya kepada ANTARA di Jakarta.

Melihat dari sisi global, sentimen utama masih dipengaruhi perkembangan geopolitik di Timur Tengah, terutama terkait negosiasi Amerika Serikat - Iran, potensi gangguan di Selat Hormuz, serta dinamika harga minyak dunia yang berdampak pada sentimen risiko global dan penguatan dolar AS.

Selain itu, arah kebijakan The Fed, pergerakan indeks dolar AS (DXY), serta imbal hasil obligasi pemerintah AS juga masih menjadi faktor penting yang mempengaruhi pergerakan rupiah.

Kendati demikian, tekanan terhadap rupiah diperkirakan tidak terlalu dalam setelah Bank Indonesia (BI) pada Rapat Dewan Gubernur 19–20 Mei 2026 memutuskan menaikkan BI-Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25 persen sebagai langkah menjaga stabilitas nilai tukar dan mengurangi volatilitas pasar keuangan domestik.

Lebih lanjut, sentimen dari dalam negeri tertuju pada langkah lanjutan BI dalam menjaga stabilitas rupiah setelah kenaikan BI-Rate, termasuk melalui penguatan intervensi di pasar valuta asing dan menjaga daya tarik instrumen keuangan domestik.

“Kondisi fundamental ekonomi seperti inflasi dan cadangan devisa, juga akan turut menentukan arah rupiah,” ucap Amru.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp17.717 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.673 per dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Ekonomi
Koperasi Harus Bangkit! Fok...

Kerugian Besar Bangsa, Rumah Adat Sade Terbakar

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kerugian Besar Bangsa, Ruma...
Daerah
NTT Terus Diguncang Gempa S...

Piala Super Jerman Jatuh ke Tangan Muenchen

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Super Jerman Jatuh ke...
Daerah
Program-program Unggulan Go...
Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

22 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.