Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

iPhone 17 Pro Max Jadi Ponsel Paling Banyak Ditukar Tambah, Ternyata Ini Sebabnya

📅 Jumat, 20 Feb 2026, 15:42 WIB | Oleh:
iPhone 17 Pro Max Jadi Ponsel Paling Banyak Ditukar Tambah, Ternyata Ini Sebabnya Doc: ANTARA/Pamela Sakina
Ket. iPhone 17 Pro Max yang diunboxing pada acara peluncuran gawai tersebut oleh iBox di Senayan City.

JAKARTA - iPhone 17 Pro Max tercatat menjadi ponsel yang paling banyak ditukar tambah (trade-in) pada pasar ponsel bekas meski baru beberapa bulan dirilis.

Dilansir dari Macrumors pada Jumat, laporan terbaru dari SellCell menunjukkan iPhone 17 Pro Max menyumbang 11,5 persen dari 20 besar perangkat yang paling sering masuk program tukar tambah.

Angka tersebut naik tajam dari sekitar 5,1 persen pada akhir November menjadi 11,5 persen di awal Februari, atau lebih dari dua kali lipat dalam waktu sekitar tiga bulan.

Sebanyak 86 persen unit yang ditukar tambah berada dalam kondisi sangat baik atau baik. Ini menandakan banyak pemilik menjual kembali ponsel mereka tidak lama setelah membeli.

Sebagai perbandingan, model lama seperti iPhone 15 Pro Max dan iPhone 14 Pro Max masing-masing menyumbang sekitar 7,3 persen di pasar tukar tambah. Sementara iPhone 16 Pro Max dan iPhone 13 berada di kisaran 7,2 persen. Secara keseluruhan, 20 model teratas mencakup hampir setengah dari seluruh aktivitas tukar tambah.

Biasanya, ponsel lama lebih mendominasi pasar tukar tambah karena jumlah penggunanya lebih banyak dan mereka merasa sudah waktunya mengganti ponselnya. Karena itu, cukup mengejutkan ketika iPhone 17 Pro Max yang masih tergolong baru justru menjadi yang paling sering dijual kembali.

Dari sisi harga, iPhone 17 Pro Max tercatat turun sekitar 25,4 persen sejak peluncuran dalam periode 145 hari. Penurunan ini lebih kecil dibanding iPhone 16 Pro Max yang turun sekitar 32,5 persen dalam periode serupa. Artinya, model terbaru ini dinilai lebih mampu mempertahankan harga jualnya.

Rata-rata harga jual kembali iPhone 17 Pro Max dalam kondisi sangat baik saat ini berada di kisaran 967,50 dolar AS (Rp16,3 juta). Laporan tersebut menyebut tingginya aktivitas tukar tambah kemungkinan karena harga bekasnya masih tinggi, sehingga sebagian pengguna memilih menjualnya kembali, baik untuk mengganti ponsel baru maupun alasan kebutuhan ekonomi. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...

Jokowi Pamerkan Kartu Anggota PSI

3 jam lalu | Yebdi Trismar

Nasional
Jokowi Pamerkan Kartu Anggo...
Daerah
Pasar Kepulungan Gempol Ter...
Advertisement
WHO Pilih Dirjen Baru, Menkes RI Budi Sadikin dan 5 Kandidat Lain Siap Bersaing

WHO Pilih Dirjen Baru, Menkes RI Budi Sadikin dan 5 Kandidat Lain Siap Bersaing

26 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.