Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Solusi di Musim Hujan, ITS Kembangkan Paving Anti-banjir

📅 Jumat, 31 Okt 2025, 15:34 WIB | Oleh:
Solusi di Musim Hujan, ITS Kembangkan Paving Anti-banjir Doc: Istimewa
Ket. Pengembangan paving porous berbasis fly ash menjadi peluang besar bagi desa untuk menciptakan usaha bernilai ekonomi sekaligus berdampak lingkungan.

SURABAYA -Demi mendukung lingkungan berkelanjutan berbasis teknologi, Departemen Teknik Infrastruktur Sipil (DTIS) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengembangkan paving porous berbasis fly ash sebagai solusi mitigasi banjir sekaligus langkah pemberdayaan ekonomi melalui kolaborasi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). 

Ketua Tim Penelitian DTIS ITS Yuyun Tajunnisa menjelaskan bahwa fenomena banjir kerap terjadi akibat alih fungsi lahan yang mengurangi kemampuan tanah menyerap air. “Perkerasan dengan permeabilitas rendah yang banyak digunakan di perkotaan tidak mampu mengalirkan air secara efektif, sehingga air hujan tertahan di permukaan,” beber Yuyun.

Ia menambahkan, paving block konvensional menjadi salah satu jenis perkerasan yang memiliki daya serap rendah dan berpotensi menimbulkan genangan. Sebagai solusi, timnya mengembangkan paving porous yang mampu menyerap air secara alami sekaligus ramah lingkungan. 

Material ini memanfaatkan limbah pembakaran batubara dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) sebagai pengganti sebagian semen, sehingga dapat menekan biaya produksi dan mengurangi emisi karbon. Lebih lanjut, Kepala Program Studi D4 Teknik Sipil ITS tersebut menerangkan bahwa penelitian dilakukan melalui sejumlah pengujian di laboratorium. 

Uji tersebut meliputi kuat tekan, porositas, dan laju infiltrasi yang disesuaikan dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) 03-0691-1996 dan SNI 7752:2012. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kombinasi fly ash dan CaCO₃ mampu menghasilkan paving dengan karakteristik mekanis yang kuat serta tingkat permeabilitas tinggi.

Penelitian ini melangkah lebih jauh dari sekadar pengujian material. Dengan dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), tim memperluas riset ke tahap hilirisasi dan komersialisasi produk. Upaya tersebut dilakukan bersama peneliti dari Departemen Manajemen Bisnis ITS yang berperan dalam mengkaji potensi pasar serta peluang pengembangan di sektor konstruksi berkelanjutan.

Kolaborasi ini telah mendapat sambutan positif dari pihak BUMDes Sumberejo, Kecamatan Paiton, Probolinggo selaku mitra lapangan. Ketua BUMDes Sumberejo Slamet Hariyadi mengungkapkan apresiasinya atas kepercayaan ITS yang telah melibatkan pihaknya sejak 2023. Menurutnya, pengembangan paving porous berbasis fly ash menjadi peluang besar bagi desa untuk menciptakan usaha bernilai ekonomi sekaligus berdampak lingkungan.

Lebih lanjut, lelaki yang akrab disapa Yadi ini menyampaikan harapannya agar kolaborasi riset tersebut dapat terus berlanjut dan memberikan dampak yang lebih luas di masa mendatang. Ia menuturkan bahwa keberadaan program ini telah membawa manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam peningkatan perekonomian lokal. “Dampaknya sudah terasa, karena usaha produksi paving di desa kami turut membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan penghasilan warga,” ungkapnya bersyukur. 

Penelitian ini juga melibatkan sejumlah peneliti yang berperan besar dalam keberhasilan riset. Di antaranya adalah  Ridho Bayuaji, Yosi Noviari Wibowo, Made Indrayana Supriyatna STrT MT, Kharisma Keysia Paramitha, Hazen Masrafat, Hendro Nurhadi, dan Gita Widi Bhawika. Selain para dosen, mahasiswa dari DTIS serta Departemen Manajemen Bisnis ITS juga berkontribusi aktif dalam proses penelitian dan analisis.

Selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), penelitian ini turut mendukung pencapaian SDG poin 9, yaitu Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pengembangan teknologi material konstruksi yang inovatif serta ramah lingkungan. Selain itu, juga SDG 11 yaitu Kota dan Komunitas Berkelanjutan melalui pengembangan solusi mitigasi banjir dengan paving porous dan penggunaan teknologi untuk mendukung lingkungan berkelanjutan. Serta adanya kolaborasi antara tim peneliti kedua departemen di ITS tersebut juga menjadi wujud nyata dari SDG poin 17 yaitu Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Aksi Jual Saham AI AS Mengguncang Wall Street Gingga Asia

42 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Daerah
Polda Jabar Tangkap Tersang...

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

52 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.