Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia-AS Rampungkan Kesepakatan Dagang dengan Turunkan Tarif Jadi 19 Persen

📅 Jumat, 20 Feb 2026, 18:18 WIB | Oleh:
Indonesia-AS Rampungkan Kesepakatan Dagang dengan Turunkan Tarif Jadi 19 Persen Doc: Instagram - @presidenrepublikindonesia

WASHINGTON DC — Amerika Serikat dan Indonesia telah menyelesaikan kesepakatan perdagangan untuk menurunkan tarif menjadi 19 persen dari sebelumnya 32 persen. Langkah ini diumumkan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump bersama pemerintah Indonesia, dilansir dari BBC News, Jumat (20/2).

Kesepakatan ini menandai upaya baru kedua negara untuk memperkuat hubungan ekonomi dan memperluas kerja sama perdagangan bilateral. Dalam perjanjian tersebut, Indonesia sepakat mengurangi hambatan perdagangan pada lebih dari 99 persen impor dari AS.

Indonesia juga akan memfasilitasi pembelian barang-barang Amerika senilai lebih dari 30 miliar dollar (Rp506,3 triliun). Sebagai imbalannya, Washington DC memberikan pengecualian tarif untuk sejumlah produk Indonesia, termasuk pakaian dan tekstil tertentu.

Perwakilan perdagangan AS, Jamieson Greer, menyatakan bahwa kesepakatan ini akan membantu mengurangi hambatan perdagangan. Ia juga menegaskan bahwa perjanjian tersebut melindungi kepentingan ekonomi Amerika.

Kesepakatan dicapai saat Presiden Prabowo Subianto berkunjung ke Washington DC untuk menghadiri pertemuan Board of Peace. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan perjanjian ini menguntungkan kedua pihak.

Ia menambahkan bahwa kesepakatan tersebut diperkirakan akan menarik lebih banyak investasi ke Indonesia. Airlangga juga menyebut sekitar 90 persen permintaan Indonesia terkait ketentuan tarif telah disetujui oleh pihak AS.

Indonesia memperoleh pengecualian tarif untuk lebih dari 1.700 barang. Barang tersebut termasuk kopi, rempah-rempah, cokelat, karet alam, dan minyak sawit sebagai komoditas ekspor utama.

Sebagai bagian dari kesepakatan, Indonesia membuka pasar bagi produk Amerika. Indonesia akan menerima standar AS terkait keselamatan kendaraan, emisi, perangkat medis, dan farmasi.

Indonesia juga akan menghapus hambatan perdagangan di sektor pertanian, kesehatan, makanan laut, teknologi, dan otomotif. Selain itu, Indonesia berkomitmen membeli barang AS senilai miliaran dollar, termasuk kapas, kedelai, daging sapi, pesawat Boeing, dan energi.

Perusahaan Amerika juga akan dilibatkan dalam pengembangan infrastruktur logam tanah jarang di Indonesia guna memperkuat pasokan mineral penting. Kesepakatan ini dijadwalkan mulai berlaku dalam 90 hari dan masih memungkinkan penyesuaian jika kedua negara sepakat.

Presiden Prabowo Subianto menyatakan optimisme terhadap masa depan hubungan bilateral. Ia menilai kesepakatan ini akan membantu mengurangi surplus perdagangan Indonesia terhadap AS.

Kedua negara berharap perjanjian tersebut dapat memperkuat rantai pasok global. Mereka juga menilai kerja sama ini akan mendorong kemakmuran ekonomi bersama. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.