Meksiko Siaga Hadapi Ancaman Drone di Piala Dunia 2026
📅 Kamis, 19 Feb 2026, 07:00 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: AFP
MEXICO CITY, MEKSIKO – Pemerintah Meksiko bersiap menghadapi potensi ancaman drone ilegal menjelang penyelenggaraan Piala Dunia 2026 musim panas ini. Militer Meksiko menegaskan akan mengerahkan perangkat anti-drone di stadion-stadion yang digunakan selama turnamen berlangsung.
Meksiko menjadi tuan rumah bersama Amerika Serikat dan Kanada pada ajang yang digelar 11 Juni hingga 19 Juli tersebut. Dari total 104 pertandingan, 13 laga akan dimainkan di tiga kota Meksiko: Mexico City, Guadalajara, dan Monterrey.
Pada hari Rabu (18/2) waktu setempat, personel militer di sebuah pangkalan di Mexico City memamerkan sistem pertahanan anti-drone yang akan dipasang di sekitar stadion dan lokasi keramaian. Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya penggunaan drone komersialyang mudah dibeli secara daring, oleh kartel narkoba untuk menyerang rival maupun warga sipil di wilayah yang terdampak kejahatan terorganisasi.
Meski daerah rawan tersebut berada jauh dari tiga kota penyelenggara Piala Dunia, otoritas tetap menilai langkah pencegahan sebagai keharusan, terutama untuk melindungi stadion dan zona penggemar (Fan Fest).
“Pencegahan drone akan difokuskan di stadion dan lokasi dengan konsentrasi massa, termasuk acara Fan Fest atau titik-titik pertemuan publik lainnya,” ujar Kapten Angkatan Darat Jose Alfredo Lara, insinyur komunikasi dan elektronika, kepada AFP.
Sebaiknya Anda baca juga:
Militer akan mengoperasikan dua jenis perangkat anti-drone. Sistem pertama bersifat semi-mobile dan dirancang untuk menciptakan perimeter pengamanan, di mana “tidak ada drone tanpa izin yang dapat terbang.” Sistem kedua bersifat portabel dan dapat diarahkan langsung oleh personel ke titik terdeteksinya drone ilegal.
Begitu drone teridentifikasi, sistem akan memutus komunikasi antara operator dan perangkat. “Alat tersebut akan kehilangan kendali dan tidak bisa mendekat,” jelas Lara. Dalam kondisi tertentu, drone bisa kembali ke titik asal, mencoba keluar dari jangkauan intersepsi digital, atau bahkan sepenuhnya kehilangan kontrol.
Menurut Lara, penggunaan drone oleh kelompok kriminal terorganisasi meningkat dalam lima tahun terakhir. Situasi ini mendorong militer untuk mengembangkan kapasitas teknis guna “memitigasi jenis ancaman tersebut.”
Sebaiknya Anda baca juga:
Beberapa kelompok yang diketahui memiliki drone dalam persenjataan mereka antara lain Sinaloa Cartel, Cartel Jalisco Nueva Generacion (CJNG), dan La Familia Michoacana. Lembaga analis kejahatan Insight Crime mencatat penggunaan drone oleh kartel terkonsentrasi di negara bagian Michoacan, Chihuahua, dan Guanajuato.
Pada bulan Oktober tahun lalu, kantor kejaksaan negara bagian Baja California di kota perbatasan Tijuana menjadi sasaran serangan drone yang menjatuhkan bahan peledak rakitan. Insiden itu mempertegas bahwa ancaman udara skala kecil kini menjadi tantangan keamanan nyata di Meksiko.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!