Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

DPRD DKI: Raperda Pangan Solusi Harga Murah dan Stok Melimpah

📅 Kamis, 19 Feb 2026, 15:25 WIB | Oleh:
DPRD DKI: Raperda Pangan Solusi Harga Murah dan Stok Melimpah Doc: DPRD DKI Jakarta
Ket. DPRD DKI Jakarta optimistis Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Pangan mampu menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di kota.

JAKARTA - Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Ade Suherman optimistis Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Pangan mampu menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di ibu kota. Ia menegaskan pemerintah provinsi bersama DPRD memiliki tanggung jawab memastikan hak warga atas pangan terpenuhi secara nyata.

"Hak warga harus dijamin," ujar Ade beberapa waktu lalu.

Ade menilai pembentukan Dewan Pangan DKI Jakarta saat ini belum menjadi kebutuhan mendesak. Ia menekankan sejumlah lembaga sudah menangani urusan pangan sehingga fokus utama sebaiknya pada kepastian payung hukum yang jelas.

"Paling dibutuhkan saat ini adalah kepastian payung hukum terhadap sistem pengelolaan pangan, ketersediaan, serta aksesibilitas hak warga," kata Ade.

Ia mengusulkan skema belanja wajib untuk subsidi pangan agar hak warga terkunci dalam kebijakan anggaran daerah. Menurutnya, langkah ini bisa mirip dengan anggaran wajib di sektor pendidikan.

Ade menegaskan, Raperda Pangan harus memastikan warga memperoleh pangan yang murah, aman, bergizi, dan terjamin kehalalannya. Akses masyarakat terhadap bahan pokok juga perlu diperkuat agar tidak ada warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Selain itu, Ade menyoroti pentingnya pengelolaan sisa pangan atau makanan yang tidak terpakai. Ia menekankan keterlibatan masyarakat agar kelebihan pangan tidak terbuang dan bisa dimanfaatkan secara optimal.

Di sisi lain, Ade meminta perbaikan sistem distribusi dan pembelian pangan berbasis digital. Ia menilai antrean panjang dan keluhan warga harus segera dibenahi agar proses pembelian lebih efisien.

Sebaiknya Anda baca juga:

Ade mendorong Pemprov DKI menyiapkan cadangan pangan atau buffer stock yang memadai. Tujuannya untuk menghadapi kondisi darurat atau bencana tanpa mengganggu pasokan warga ibu kota.

"Menjelang Ramadhan dan Idulfitri, kita berharap tidak ada lagi menampilkan harga yang memberatkan," tandas Ade.

Ia juga menekankan Program Urban Farming sebagai strategi menjaga ketersediaan dan stabilitas harga pangan. Program ini diharapkan memperkuat ketahanan pangan lokal dan mengurangi tekanan harga menjelang momen penting.

Raperda Pangan diharapkan menjadi payung hukum kuat bagi pengelolaan pangan Jakarta. Langkah ini sekaligus memperkuat hak warga, meningkatkan akses pangan, dan menjaga ketahanan pangan secara berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

36 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Dunia, Tim-tim Favori...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.