Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Demak Tanggap Darurat! Banjir Rendam Sejumlah Wilayah.

📅 Rabu, 18 Feb 2026, 11:40 WIB | Oleh:
Demak Tanggap Darurat! Banjir Rendam Sejumlah Wilayah. Doc: Antara Foto
Ket. Bupati Demak Eisti'anah bersama Forkopimda saat meninjau tanggul Sungai Tuntang yang jebol di Desa Kebonagung, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Selasa (17/2/2026).

Pemerintah Kabupaten Demak menetapkan status tanggap darurat bencana banjir dan bencana alam lainnya menyusul terjadinya banjir di sejumlah wilayah di Kabupaten Demak, Jawa Tengah.  

"Penetapan status tanggap darurat bencana ini dalam rangka memudahkan koordinasi dengan semua jajaran," kata Bupati Demak Eisti'anah di Demak, Rabu.

Ia menambahkan sebelumnya pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Tengah dan BNPB agar seluruh unsur dapat bergerak bersama dalam penanganan bencana.  

Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kabupaten Demak Agus Sukiyono menyebutkan banjir masih berdampak di beberapa desa di sejumlah kecamatan, di antaranya Kebonagung, Guntur, Mranggen, dan Sayung. Namun, secara umum kondisi mulai berangsur normal.

Banjir di wilayah Sayung terjadi akibat meluapnya Sungai Dombo. Sementara itu, genangan di sejumlah wilayah lain mulai surut, termasuk di Tlogoweru, Kebonagung, serta Perumahan Arion di Mranggen, sehingga dapur umum yang sebelumnya beroperasi juga mulai ditarik. 

Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan, terutama di wilayah yang terdampak jebolnya tanggul di Pilangwetan yang menyebabkan genangan di Desa Tlogosih karena aliran air membutuhkan waktu lama untuk surut. 

Selain itu, banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang yang sempat memutus akses Jalan Grobogan–Semarang di wilayah Kebonagung juga mulai berangsur surut.

Agus menjelaskan, status tanggap darurat bencana ditetapkan mulai 17 Februari 2026 dan berlaku selama 14 hari ke depan. Status tersebut dinaikkan dari sebelumnya siaga bencana.

Menurut dia peningkatan status dilakukan agar penanganan bisa lebih cepat, termasuk dalam penggunaan anggaran darurat, penyediaan operasional penanganan, serta upaya penanganan tanggul sementara.

"Saat ini jumlah desa terdampak semakin berkurang dan genangan sudah berkurang karena air terus mengalir. Pintu-pintu air di hilir juga sudah dibuka untuk mempercepat aliran," ujarnya.

Langkah tersebut juga diharapkan mempercepat pengeringan lahan pertanian, terutama sawah yang belum dipanen, agar masyarakat tetap bisa menyelamatkan hasil panennya.

Pemantauan kondisi lapangan terus dilakukan, khususnya di daerah aliran air dari tanggul yang jebol, guna memastikan genangan benar-benar surut dan tidak menimbulkan dampak lanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2

Piala Super Jerman Jatuh ke Tangan Muenchen

54 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Piala Super Jerman Jatuh ke...
Daerah
UMKM Tegal Punya Harapan Ba...
Olahraga
Awal yang Baik bagi Madrid ...
Daerah
Program-program Unggulan Go...
Olahraga
Inter Milan Rekrut Curtis J...
Daerah
Pemprov Gorontalo Perkuat S...
Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

Kemenekraf dan BI Perkuat Kolaborasi Pacu Pelaku Ekraf Naik Kelas

22 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.