Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BRIDA Dorong SPPG Prioritaskan Penggunaan Pangan Lokal di NTB

📅 Rabu, 18 Feb 2026, 12:15 WIB | Oleh:
BRIDA Dorong SPPG Prioritaskan Penggunaan Pangan Lokal di NTB Doc: Antara Foto
Ket. Kepala BRIDA NTB I Gede Putu Aryadi.

Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) mendorong Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memprioritaskan penggunaan bahan pangan lokal agar mendongkrak perekonomian masyarakat di wilayah Nusa Tenggara Barat. 

"Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar memprioritaskan penggunaan bahan pangan lokal yang ada di sekitar wilayah layanan dengan tetap memperhatikan kualitas bahan baku," kata Kepala BRIDA NTB I Gede Putu Aryadi di Mataram, Rabu.  

Aryadi mengatakan pemanfaatan bahan pangan lokal menjadi langkah strategis agar belanja pemerintah melalui program tersebut dapat memberikan efek berganda bagi ekonomi daerah.

Menurutnya, bahan pangan lokal yang digunakan dalam pemberian makan siang gratis bagi para pelajar berkontribusi untuk menghidupkan perekonomian dan menumbuhkan industri lokal. 

"Penggunaan bahan pangan lokal sangat penting, selain berkontribusi untuk menghidupkan perekonomian dan tumbuhnya industri lokal juga tersedia beragam potensi bahan pangan lokal yang berkualitas," ujar Aryadi. 

Dalam struktur Satuan Tugas MBG, BRIDA NTB berkedudukan sebagai anggota Bidang Perencanaan dan Koordinasi Lintas Sektor yang berperan mengawal arah kebijakan agar pelaksanaan program tidak hanya berorientasi memenuhi gizi, tetapi juga mendukung pembangunan ekonomi daerah.

Jumlah SPPG yang beroperasi secara aktif di NTB sebanyak 531 unit dengan sasaran penerima manfaat mencapai 1,92 juta orang. Skala program yang besar tersebut menjadi peluang signifikan bagi petani, nelayan, dan pelaku usaha pangan lokal untuk terlibat dalam rantai pasok MBG.

Koordinator Pokja Sosial dan Kependudukan Lalu Suryadi mengungkapkan masih ada sejumlah tantangan dalam implementasi MBG mulai dari keterlambatan distribusi, keracunan makanan, serta infrastruktur SPPG yang belum sepenuhnya memenuhi standar operasional.

Variasi dan diversifikasi menu perlu menjadi perhatian bagi semua pihak mengingat masih ditemukan siswa yang kurang menyukai menu yang disajikan oleh petugas SPPG.

Suryadi mengusulkan peningkatan frekuensi monitoring dan evaluasi terutama pada tahap penyiapan makanan sebelum distribusi. Langkah itu perlu diambil sebagai respon atas keluhan masyarakat di lapangan. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Jakarta Fair 2026 Tebar Hadiah Undian Fantastis: 2 Unit Mobil dan 24 Motor Siap Dibagikan

Jakarta Fair 2026 Tebar Hadiah Undian Fantastis: 2 Unit Mobil dan 24 Motor Siap Dibagikan

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.