Keramas Bareng, Tradisi Unik Penuh Makna Sambut Ramadan
📅 Selasa, 17 Feb 2026, 23:07 WIB | Oleh: Deri Henriawan
Doc: ANTARA/Muhammad Iqbal
TANGERANG - Menyambut datangnya bulan suci, suasana di bantaran Sungai Cisadane terasa berbeda. Ratusan warga Kelurahan Babakan berkumpul, bukan sekadar untuk mandi bersama, tetapi untuk menjalankan tradisi turun-temurun: keramas bareng jelang Ramadan.
Tradisi ini sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Babakan selama puluhan tahun. Dari anak-anak hingga orang tua, semua ikut ambil bagian. Bukan hanya membersihkan rambut, tetapi juga menyucikan hati.
Menurut Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, kegiatan ini dimaknai sebagai momentum untuk membersihkan diri sebelum memasuki bulan puasa, sekaligus mempererat silaturahmi antarwarga.
Keramas bareng bukan sekadar ritual fisik. Ada nilai spiritual dan sosial yang kuat di dalamnya.
Usai berkeramas di sungai, warga biasanya saling berjabat tangan, bermaaf-maafan, dan mendoakan satu sama lain agar ibadah Ramadan berjalan lancar. Suasana penuh kehangatan terasa di setiap sudut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tradisi ini rutin digelar oleh warga RW 01 dan RW 02 Kelurahan Babakan setiap tahun. Meski zaman terus berubah, kebiasaan ini tetap dijaga sebagai warisan budaya yang hidup.
Bersih Lahir dan Batin
Bagi masyarakat setempat, keramas bareng menjadi simbol kesiapan menyambut Ramadan dengan kondisi bersih lahir dan batin. Ada pesan sederhana namun mendalam: sebelum menahan lapar dan dahaga, bersihkan dulu diri dan hati.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tradisi ini juga menjadi sarana edukasi sosial dan keagamaan, mengingatkan masyarakat untuk semakin rajin beribadah, memperbanyak amal, dan memperkuat kebersamaan.
Di tengah modernitas kota, tradisi di Kota Tangerang ini menjadi bukti bahwa nilai gotong royong dan spiritualitas tetap hidup dan dirawat bersama.
Keramas bareng di Cisadane bukan hanya tentang air dan sampo. Ia adalah tentang kebersamaan, maaf yang diucapkan dengan tulus, dan harapan baru menyambut bulan suci. ANTARA
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!