Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pasokan Dalam Negeri Dipastikan Aman Hadapi Lonjakan Permintaan Jelang Lebaran

📅 Jumat, 13 Mar 2026, 14:48 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pasokan Dalam Negeri Dipastikan Aman Hadapi Lonjakan Permintaan Jelang Lebaran Doc: istimewa
Ket. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

JAKARTA-Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memastikan industri tekstil dan produk tekstil (TPT), industri pakaian jadi, alas kaki, serta subsektor terkait lainnya berada dalam kondisi siap untuk memenuhi peningkatan kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri. 

Momentum musiman ini secara konsisten mendorong kenaikan permintaan, terutama produk fesyen busana muslim, sarung, mukena, perlengkapan ibadah, serta alas kaki, yang diproduksi oleh industri dalam negeri.

“Kinerja sektor Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) yang terus menunjukkan tren positif menjadi modal kuat bagi industri nasional dalam menjaga ketersediaan pasokan, kualitas produk, serta keterjangkauan harga di tengah meningkatnya konsumsi masyarakat menjelang Lebaran,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (13/3).

Menurut Menperin, bulan Ramadan dan Hari Raya Idulfitri merupakan periode penting bagi industri TPT, karena terjadi lonjakan permintaan domestik yang signifikan setiap tahunnya. Oleh karena itu, industri dalam negeri melakukan persiapan sejak awal tahun untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.

Sepanjang tahun 2025, sektor IKFT mencatat pertumbuhan sekitar 5,11 persen dengan kontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional sebesar 3,87 persen. Nilai ekspor sektor ini mencapai sekitar USD47,95 miliar dan mampu menyerap tenaga kerja hingga 6,71 juta orang. Subsektor tekstil dan pakaian jadi sendiri tumbuh sekitar 5,39 persen dan menyerap lebih dari 3,7 juta tenaga kerja.

“Pertumbuhan angka tersebut menunjukkan peran strategis sektor IKFT sebagai industri padat karya yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat,” ujar Menperin.

Sementara itu, industri tekstil dan produk tekstil secara khusus juga menunjukkan kinerja yang stabil dengan pertumbuhan sekitar 4,64 persen. Kinerja ekspor sektor TPT terus meningkat meski di tengah dinamika perdagangan global, yang mencerminkan daya saing industri nasional masih terjaga.

Agus menegaskan, industri TPT, alas kaki, serta kosmetik merupakan sektor padat karya yang memiliki efek berganda besar terhadap perekonomian, karena melibatkan rantai pasok yang panjang mulai dari bahan baku, produksi, distribusi, hingga perdagangan ritel.

Selain produk sandang, peningkatan konsumsi juga terjadi pada produk penunjang penampilan, termasuk kosmetik dan perawatan diri. Hingga akhir periode 2024, kontribusi industri kosmetik mengalami pertumbuhan sebesar 4,3 persen dan kinerja ekspor mencapai USD 382,4 juta.

“Momentum Ramadan harus juga kita manfaatkan untuk mendorong belanja produk dalam negeri. Dengan membeli produk lokal, masyarakat tidak hanya berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, melainkan turut menjaga keberlangsungan industri, serta meningkatkan kesejahteraan jutaan tenaga kerja yang menggantungkan hidupnya pada sektor ini,” tutur Menperin.

Pemerintah juga terus mendongkrak peningkatan daya saing industri melalui penguatan kebijakan substitusi impor, fasilitasi investasi, peningkatan penggunaan produk dalam negeri, serta pengembangan industri berbasis inovasi dan sertifikasi, termasuk sertifikasi halal. Upaya tersebut dilakukan agar industri nasional tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga semakin kompetitif di pasar global.

Di sisi lain, meningkatnya aktivitas produksi menjelang Lebaran turut memberikan dampak positif terhadap pendapatan tenaga kerja di sektor industri padat karya. Dengan meningkatnya demand, utilisasi kapasitas industri ikut naik sehingga memberikan peluang peningkatan produksi dan memperkuat stabilitas lapangan kerja.

“Kondisi ini diharapkan dapat mendukung peningkatan daya beli masyarakat dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan,” ujarnya.

Menperin optimistis, dengan dukungan seluruh stakeholders, industri TPT, alas kaki, serta subsektor terkait akan terus menjadi salah satu penggerak utama ekonomi nasional, khususnya dalam momentum Ramadan dan Idulfitri yang selalu menjadi pendorong kuat bagi konsumsi domestik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Jakarta Terus Berupaya Meng...
Luar Negeri
Aksi Protes Siswa Rusuh, Ra...

Gol Kevin Diks Melecut Semangat Mengejar Satu Gol Lagi

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Gol Kevin Diks Melecut Sema...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti

FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti

01 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.