Kemandirian Pangan, Modal Kuat RI Tegak Hadapi Ketidakpastian Geopolitik Asia
📅 Kamis, 12 Feb 2026, 01:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi“Kita harus menyadari bahwa kekuatan tawar-menawar Indonesia di panggung internasional sangat bergantung pada seberapa mandiri kita dalam memenuhi kebutuhan dasar warga negara kita sendiri,”ungkap Muliarta.
Transformasi terangnya, menuntut keberanian untuk melakukan diversifikasi pangan secara masif, melepaskan ketergantungan pada satu atau dua komoditas pokok yang rentan terhadap fluktuasi harga dunia.
Dengan memperkuat basis pangan lokal seperti sagu, jagung, dan umbi-umbian melalui industrialisasi yang modern, Indonesia akan memiliki “banteng” yang kuat dalam menghadapi tekanan geopolitik.
“Dengan fondasi ekonomi dan pangan yang mandiri, Indonesia dapat berdiri tegak sebagai kekuatan penengah yang berdaulat di tengah badai persaingan kekuatan besar di Asia,”pungkas Muliarta.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!