Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemandirian Pangan, Modal Kuat RI Tegak Hadapi Ketidakpastian Geopolitik Asia

📅 Kamis, 12 Feb 2026, 01:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kemandirian Pangan, Modal Kuat RI Tegak Hadapi Ketidakpastian Geopolitik Asia Doc: Franck RO BICHON/AFP
Ket. Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi.

JAKARTA - Kemenangan telak partai Partai Demokrat Liberal (Liberal Democratic Party/LDP) dalam Pemilu di Majelis Rendah Jepang baru-baru ini dipastikan akan mengantar 

Perdana Menteri Jepang saat ini, Sanae Takaichi, kembali menduduki pucuk Pemerintahan di negeri Sakura.

Dukungan yang kuat ke Takaichi tidak terlepas dari sikap dan pandangannya yang tegas melawan hegemoni Tiongkok baik dalam masalah Taiwan, perselisihan di Laut Tiongkok Selatan dan juga dominasi Tiongkok dalam perekonomian di Asia Pasifik.

Terlepas dari masalah konflik masa lalu Jepang dengan Tiongkok, sikap rakyat Jepang semakin keras menghadapi perang dingin di Asia, terutama mulai redupnya pengaruh Jepang dalam perekonomian karena dominasi Tiongkok.

Pakar Hubungan Internasional dari Universitas Brawijaya (UB), Malang, Adhi Cahya Fahadayna, mengatakan, kondisi itu menggambarkan kuatnya mandat rakyat Jepang untuk melanjutkan perlawanan terhadap hegemoni Tiongkok di Asia.

Dua negara tersebut sangat berpengaruh terhadap perdagangan dan perekonomian Indonesia secara keseluruhan. Bukan hanya dalam ekspor-impor barang, tetapi terutama dalam hal investasi. Baik Jepang maupun Tiongkok, sama-sama menjadi mitra penting Indonesia dalam menanamkan modalnya di Tanah Air.

Oleh sebab itu, persaingan kedua negara akan mengubah konstalasi geopolitik di Asia, sehingga perlu diantisipasi dengan memperkuat ekonomi dalam domestik, terutama memperkuat fondasi swasembada pangan dan fondasi ekonomi yang berkelanjutan menghadapi ketidakpastian geopolitik Asia dan dunia.

Akademisi Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi Universitas Warmadewa (Unwar) Bali, I Nengah Muliarta mengatakan, ketidakpastian geopolitik itu membawa ancaman sistemik bagi ketahanan pangan nasional.

Selama ini, Indonesia masih sangat rentan terhadap guncangan di jalur maritim, terutama Laut Tiongkok Selatan, yang menjadi urat nadi distribusi input pertanian seperti bahan baku pupuk dan komoditas pangan impor.

“Jika eskalasi antara Jepang, Amerika Serikat, dan Tiongkok memuncak, maka rantai pasok global akan mengalami fragmentasi yang brutal. Dalam skenario ini, swasembada pangan bukan lagi sekadar target ekonomi, melainkan pilar utama pertahanan kedaulatan,” ungkap Muliarta.

Indonesia jelasnya tidak boleh lagi terjebak dalam kebijakan impor instan yang bersifat reaktif. Pemerintah harus membangun fondasi kedaulatan pangan yang berakar pada kemandirian input produksi, di mana teknologi pupuk dan bibit harus dikuasai secara domestik untuk memastikan produksi tidak terhenti saat akses global yang sewaktu-waktu terhambat.

Resilien dan Sirkular

Sejalan dengan penguatan kedaulatan pangan, pembangunan ekonomi yang berkelanjutan harus diarahkan pada model yang lebih resilien dan sirkular. Tantangan dari utara Asia itu memberikan momentum bagi Indonesia untuk mempercepat transformasi ekonomi dari sekadar eksportir komoditas mentah menjadi bangsa yang memiliki kedalaman industri pengolahan pangan.

Ekonomi yang berkelanjutan berarti menciptakan nilai tambah di dalam negeri yang mampu menyerap tenaga kerja sekaligus menjamin ketersediaan pangan yang terjangkau bagi rakyat di tengah inflasi global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.