Dorong Pertumbuhan, Perhapi: Pengembangan Manufaktur Berbasis Mineral Kritis Belum Optimal!
📅 Kamis, 12 Feb 2026, 23:15 WIB | Oleh: Tim RedaksiSelain untuk mempererat silaturahmi antara pengurus Perhapi dengan rekan-rekan wartawan, juga menjadi ajang tukar menukar informasi, sharing knowledge diantara kita terkait isu-isu di sektor pertambangan,” tandas dalam sambutan pembukaan
Industri pertambangan nasional saat ini banyak menghadapi berbagai tantangan dan dinamika baik yang berasal dari dalam negeri maupun global. “Terutama dalam negeri seiring dengan munculnya beberapa kebijakan baru di sektor pertambangan dan sektor lain yang memberikan dampak kepada sektor pertambangan,”ungkap Sudirman Widhy.
Dalam sesi diskusi, tampil tiga pembicara yang mewakili tiga segmen penting di industri pertambangan. Ada F.H Kristiono yang menyampaikan tentang Peluang dan tantangan industri
batubara. Kemudian Muhammad Toha menyampaikan materi tentang peluang dan tantangan Industri pertambangan mineral. Dan pembicara ketiga, Ardhi Ishak menjelaskan tentang peluang
Sebaiknya Anda baca juga:
dan tantangan usaha jasa pertambangan.
ESG Pertambangan
Sementara di sesi ketiga, Tonny Gultom, selaku Ketua Pokja Penyusunan Environmental, Social, and Governance (ESG) Nikel Perhapi menyampaikan tentang perkembangan ESG secara global dan nasional. “Industri pertambangan
Sebaiknya Anda baca juga:
beroperasi dalam lingkungan yang sangat kompleks dimana keberlanjutan, tangungjawab sosial dan tata kelola berkelanjutan sangat penting untuk keberlanjutan. Prinsip ESG dalam industri pertambangan tidak hanya meningkatkan keberlanjutan lingkungan dan sosial tetapi juga meningkatkan citra positif dan menarik investor”.
Sementara Budi Hartono menjelaskan tentang langkah PERHAPI yang mendorong Ekonomi hijau di pertambangan. PERHAPI bahkan telah menulis buku Ekonomi Hijau Pertambangan (EHP) yang
merupakan kajian PERHAPI untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat lingkar tambang lewat pemanfaatan areal bekas tambang, kegiatan PPM dan juga pemanfaatan DBH pertambangan.
Presentasi sesi ketiga ditutup oleh Andi Erwin yang menegaskan kembali peran industri pertambangan dalam mendorong pembangunan regional berkelanjutan. Di sini kembali ditegaskan peran industri pertambangan sebagai prime mover dalam pembangunan nasional dan khusus regional.
Pertambangan berkelanjutan harus dipahami dengan dua hal yakni katalis dan transformatif. “Industri pertambangan harus dilihat sebagai
katalis bukan penopang untuk pembangunan regional jangka panjang. Kemudian juga transformatif bahwa pertambangan bukan tujuan tetapi alat dalam perspektif pembangunan regional yang berkelanjutan,” pungkas Andi Erwin Syarif.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!