Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tak Main-main! Restrukturisasi Dimulai: Pertamina Rampingkan 15 Anak Usaha untuk Perkuat Energi Nasional

📅 Rabu, 11 Feb 2026, 18:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tak Main-main! Restrukturisasi Dimulai: Pertamina Rampingkan 15 Anak Usaha untuk Perkuat Energi Nasional Doc: ANTARA HO-Pertamina
Ket. Ilustrasi - Situasi di salah satu SPBU.

CILEGON – Perampingan anak usaha Pertamina menjadi krusial untuk mengatasi kompleksitas struktur bisnis yang selama ini berpotensi menimbulkan inefisiensi dan tumpang tindih fungsi.

Dengan jumlah entitas yang terlalu gemuk, biaya operasional meningkat dan pengambilan keputusan cenderung melambat.

Konsolidasi anak usaha memungkinkan fokus yang lebih jelas pada lini bisnis strategis, optimalisasi aset, serta peningkatan transparansi kinerja.

Langkah ini juga penting untuk memperkuat kesehatan keuangan grup dan menarik kepercayaan investor, sekaligus memastikan Pertamina lebih lincah menghadapi volatilitas energi global dan agenda transisi energi nasional.

PT Pertamina (Persero) merampingkan sebanyak 15 anak usahanya sebagai bagian dari penataan bisnis untuk memperkuat fokus pada sektor inti energi dan ketahanan energi nasional.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina Agung Wicaksono yang menyebut langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) agar badan usaha milik negara (BUMN) memusatkan bisnis pada fungsi utama yang bernilai strategis.

“Dari 257 perusahaan, sekarang sudah menjadi 242. Ini bukan menghilangkan bisnis, tetapi menata agar Pertamina lebih solid, lebih efisien, dan menghasilkan nilai tambah yang lebih signifikan,” kata Agung dalam acara Kick Off ESG Initiative Green Terminal di Terminal LPG Tanjung Sekong, Cilegon, Rabu (11/2).

Ia menjelaskan penataan dilakukan melalui penggabungan, integrasi, maupun divestasi entitas, khususnya pada bisnis yang tidak berkaitan langsung dengan sektor inti energi.

Menurut Agung, prinsip utama penataan tersebut adalah memastikan seluruh lini usaha Pertamina mendukung ketahanan energi nasional, mulai dari pengelolaan terminal energi, distribusi bahan bakar dan LPG, hingga pengembangan energi bersih.

“Yang paling penting bukan jumlahnya, tetapi setiap perusahaan harus mendukung ketahanan energi. Itu prinsip utamanya,” ujarnya.

Agung menambahkan, sebagian entitas yang dirampingkan merupakan special purpose vehicle (SPV) di subholding pelayaran yang fungsi bisnisnya tetap berjalan, namun diintegrasikan ke dalam struktur yang lebih efisien.

Sementara itu, lanjut dia, bisnis non-inti seperti layanan kesehatan, perhotelan, dan penerbangan secara bertahap akan diselaraskan dan dikelompokkan bersama Danantara sesuai dengan fungsi sektoralnya.

“Bisnis-bisnis yang sifatnya non-core (tidak inti) akan diselaraskan, bukan dihilangkan, agar pengelolaannya lebih fokus dan terintegrasi,” ucap Agung.

Ia mengungkapkan pada 2026 Pertamina telah menyiapkan pipeline penataan lanjutan terhadap sekitar 38 entitas, termasuk sekitar 12 perusahaan rumah sakit yang tergabung dalam grup Indonesia Healthcare Corporation (IHC).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Olahraga
Timnas Indonesia Harus Mema...

Jenazah ABK KM Arupadhatu I Dikirim ke Jakarta

34 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Nasional
Jenazah ABK KM Arupadhatu I...
Megapolitan
Polda Metro Jaya Siapkan Pe...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.