Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pemkab Kutai Kartanegara Berkolaborasi dengan UIII Jabar Menuju Emisi Nol Bersih

📅 Rabu, 11 Feb 2026, 13:17 WIB | Oleh:
Pemkab Kutai Kartanegara Berkolaborasi dengan UIII Jabar Menuju Emisi Nol Bersih Doc: antara foto
Ket. Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara, Sunggono di Tenggarong, Rabu (11/2).

TENGGARONG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, bersama Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Jawa Barat, berkolaborasi mendukung Pemerintah RI menuju emisi nol bersih melalui penelitian terkait desentralisasi dan adaptasi perubahan iklim.

Emisi nol bersih menjadi target karena untuk mengurangi dampak perubahan iklim, mengimplementasikan Kesepakatan Paris guna membatasi kenaikan suhu global di bawah 2°C, mengintegrasi aspek lingkungan dalam pembangunan ekonomi dan sosial.

"Untuk mewujudkan cita-cita ini tentu dibutuhkan sinergi dan kolaborasi bersama lintas sektor, mulai kolaborasi lintas sektor hingga kalangan akademisi. Salah satu akademisi yang kami rangkul adalah UIII," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara, Sunggono di Tenggarong, Rabu (11/2).

Dalam hal ini, pihak UIII yang diwakili oleh Sirojuddin Arif bersama beberapa staf Fakultas Ilmu Sosial dan Bisnis, telah melakukan pertemuan dengan Pemkab Kukar di Tenggarong pada Kamis, 5 Februari 2026.

Pertemuan tersebut dikemas dalam bentuk audiensi Kerangka Ekonomi untuk Indonesia Tanggap Iklim menuju Emisi Nol Bersih (Komitmen) melalui penelitian Desentralisasi dan Adaptasi Perubahan Iklim: Studi Kasus Kalimantan Timur dan Jawa Tengah.

Menurut Sunggono, pertemuan dengan UIII menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi dan sinergi dalam mendukung sejumlah program pemerintah daerah dalam Komitmen, kemudian memetakan, menilai kebijakan fiskal dan moneter, hingga regulasi terkait perubahan iklim.

Sementara Sirojuddin Arif menyampaikan, dalam penelitian yang akan dilakukan ini antara lain untuk mengetahui sejauh mana mitigasi dan adaptasi perubahan iklim yang terintegrasi dalam strategi dan kerangka makro ekonomi.

Kemudian untuk mengidentifikasi kesenjangan kebijakan dan kelembagaan antar-lembaga dan sektor, termasuk dampaknya terhadap adaptasi perubahan iklim.

Lantas untuk menganalisis kesiapan dan ketahanan lembaga keuangan dalam menyelaraskan kebijakan dengan kerangka makro ekonomi dan fiskal yang responsif iklim.

"Tujuan lainnya adalah untuk merumuskan rekomendasi yang relevan berdasarkan standar internasional dan masukan dari para pemangku kepentingan terkait Komitmen," ujar Sirojuddin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
Luar Negeri
Diserang Rudal Iran, Bandar...
Luar Negeri
Warga Singapura Makin Panja...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.