Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hilirisasi Kayu Berkelanjutan: Indonesia Targetkan Posisi Hub Manufaktur Furnitur Global

📅 Minggu, 08 Mar 2026, 00:17 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Hilirisasi Kayu Berkelanjutan: Indonesia Targetkan Posisi Hub Manufaktur Furnitur Global Doc: istimewa
Ket. Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian Putu Juli Ardika meninjau produk yang ditampilkan pada Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2026 di Jakarta

JAKARTA-Sektor industri pengolahan nasional terus memperkokoh perannya sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia. Kinerja sektor ini bahkan mampu melampaui pertumbuhan ekonomi nasional. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan industri pengolahan pada tahun 2025 tercatat sebesar 5,30 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,11 persen. 

Capaian ini merupakan momentum bersejarah karena pertumbuhan industri kembali berada di atas pertumbuhan ekonomi setelah 14 tahun, sejak terakhir kali pada tahun 2011.

Kinerja positif ini sejalan dengan kontribusi industri pengolahan terhadap PDB nasional yang mencapai 19,07 persen pada tahun 2025. Di tingkat global, posisi manufaktur Indonesia semakin diperhitungkan dengan nilai Manufacturing Value Added (MVA) mencapai USD 265,07 miliar, menempatkan Indonesia di peringkat ke-13 dunia dan posisi pertama di regional ASEAN.

Salah satu subsektor yang turut berperan dalam memperkuat capaian tersebut adalah industri furnitur. Selain memberikan nilai tambah bagi perekonominan nasional, sektor ini juga dikenal sebagai industri padat karya yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar serta mendorong aktivitas ekonomi di berbagai daerah.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menuturkan, industri furnitur merupakan model hilirisasi kayu yang krusial karena bersifat padat karya, mampu menciptakan nilai tambah, serta memberikan efek berganda bagi pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Sektor ini juga menyerap ratusan ribu tenaga kerja dan terhubung langsung dengan pasar global yang nilainya mencapai lebih dari USD 736,21 miliar. 

"Dalam lima tahun ke depan, Indonesia diproyeksikan tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga mampu memimpin dalam aspek desain dan keberlanjutan," ungkapnya di Jakarta, Jumat (6/3).

Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika menambahkan bahwa industri furnitur merupakan sektor manufaktur strategis (strategic manufacturing sector) yang menjadi pilar hilirisasi berbasis sumber daya alam. 

"Kami berkomitmen mendorong transformasi industri furnitur tidak hanya sekadar produsen namun juga menjadi pusat manufaktur global yang berbasis desain dan keberlanjutan,"kata Putu pada Pembukaan Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2026 di Jakarta beberapa waktu lalu.

Dalam perkembangannya, sektor industri furnitur dalam negeri masih menghadapi sejumlah tantang diantaranya seperti penurunan ekspor sebesar 3% pada tahun 2025 (menjadi USD 1,85 Miliar) dan kenaikan impor sebesar 6% (menjadi USD 0,82 Miliar). Namun meski demikian pemerintah tetap optimistis dengan melakukan penguatan struktur industri nasional melalui modernisasi mesin dan peningkatan daya saing menjadi kunci untuk merebut kembali pasar domestik yang saat ini menyerap 78,39% output manufaktur nasional, sekaligus memperluas penetrasi ekspor.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tantangan lainnya berasal dari geopolitik yang menghambat logistik serta regulasi lingkungan global seperti European Union Deforestation Regulation (EUDR) yang harus dijawab dengan kesiapan sertifikasi. Menanggapi tantang tersebut, Indonesia telah memiliki modal kuat melalui Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian (SVLK) agar produk furnitur nasional tetap responsible dan sustainable.

Lebih lanjut, Kemenperin terus berkomitmen untuk meningkatkan produktivitas salah satunya melalui Program Restrukturisasi Mesin/Peralatan Industri Pengolahan Kayu. Hingga saat ini, program tersebut telah memfasilitasi 35 perusahaan dengan total nilai reimburse mencapai Rp26,1 Miliar. Dampaknya sangat nyata, dengan efisiensi proses sebesar 10,70%, peningkatan mutu produk sebesar 36,28%, serta lonjakan produktivitas mencapai 32,65%.

Dorong inovasi

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) menyambut baik dukungan strategis pemerintah bagi keberlangsungan industri furnitur dan kerajinan nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Megapolitan
Indonesia vs Singapura di G...

Ahmad Dilantik sebagai Ketua KNKT Masa Jabatan 2026-2030

43 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Ahmad Dilantik sebagai Ketu...
Luar Negeri
Indonesia Tandatangani Konv...

Karhutla Gunung Rinjani Capai 589 Hektare

46 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Karhutla Gunung Rinjani Cap...
Megapolitan
Warga Harus Diutamakan Mend...
Advertisement
Asian Games Jepang Disorot: Akomodasi Kacau, Transportasi Dikeluhkan Kontingen

Asian Games Jepang Disorot: Akomodasi Kacau, Transportasi Dikeluhkan Kontingen

25 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.