Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dorong Ekonomi Biru, Pemprov Kalbar Dukung Pendirian UPT Penataan Ruang Laut di Pontianak

📅 Selasa, 10 Feb 2026, 16:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dorong Ekonomi Biru, Pemprov Kalbar Dukung Pendirian UPT Penataan Ruang Laut di Pontianak Doc: Antara
Ket. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, menerima audiensi Direktorat Jenderal Penataan Ruang Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI), yang dipimpin oleh Direktur Pengendalian Pemanfaatan Ruang Laut, Fajar Kurniawan, di Ruang Arwana Kantor Gubernur Kalimantan Barat.

Pontianak - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) mendukung rencana pembentukan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Penataan Ruang Laut di Pontianak sebagai langkah strategis untuk mempercepat pelayanan publik sekaligus memperkuat pengelolaan ruang laut secara berkelanjutan.

"Pada prinsipnya Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mendukung pembentukan UPT teknis di Pontianak untuk mempercepat penanganan birokrasi dan pelayanan kepada masyarakat," kata Sekretaris Daerah Kalbar, Harisson di Pontianak, Selasa (10/2). 

Dukungan tersebut disampaikan saat Harisson menerima audiensi Direktorat Jenderal Penataan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI yang dipimpin Direktur Pengendalian Pemanfaatan Ruang Laut, Fajar Kurniawan, di Kantor Gubernur Kalbar.

Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah kepala perangkat daerah terkait. Agenda utama pembahasan adalah rencana pendirian UPT Penataan Ruang Laut di Kalbar guna memperkuat dukungan teknis dalam perencanaan dan pengendalian pemanfaatan wilayah pesisir dan laut.

UPT Penataan Ruang Laut merupakan satuan kerja di bawah Direktorat Jenderal Penataan Ruang Laut KKP yang memiliki tugas memberikan dukungan teknis pada penyusunan tata ruang laut, penetapan zonasi kawasan, pengendalian pemanfaatan ruang, hingga pembinaan pengelolaan wilayah pesisir.

"Kami sangat mendukung karena keberadaan unit tersebut dinilai penting untuk mendorong implementasi konsep ekonomi biru (blue economy), yakni pemanfaatan sumber daya laut secara produktif namun tetap menjaga kelestarian ekosistem," tuturnya.

Di tempat yang sama, Direktur Pengendalian Pemanfaatan Ruang Laut Fajar Kurniawan mengatakan pihaknya telah mengirimkan surat permohonan rekomendasi kepada pemerintah daerah terkait pembentukan UPT tersebut.

"UPT ini penting untuk mempercepat, mempermudah, dan memperpendek layanan publik. Selain itu, juga mempermudah koordinasi serta sinkronisasi program kegiatan dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan daerah sekitarnya," katanya.

Dengan hadirnya UPT di Pontianak, diharapkan proses perencanaan hingga pengawasan pemanfaatan ruang laut dapat dilakukan lebih efektif, sekaligus memberikan kepastian layanan bagi masyarakat, pelaku usaha perikanan, serta sektor kelautan lainnya di Kalbar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Rona
Yura Yunita Rilis Lagu Terb...
Advertisement
Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.