Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Buronan Pemerintah China terkait Kasus Rp2,2 Triliun Ditangkap Imigrasi Indonesia di Nagoya, Batam

📅 Selasa, 18 Nov 2025, 14:25 WIB | Oleh:
Buronan Pemerintah China terkait Kasus Rp2,2 Triliun Ditangkap Imigrasi Indonesia di Nagoya, Batam Doc: antara foto
Ket. Buronan Pemerintah China ditangkap di kawasan Nagoya, Batam.

JAKARTA - Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan berhasil membekuk buronan pemerintah China, WZ (58), mantan direktur utama sebuah real estat yang diduga terlibat kasus pinjaman korporasi senilai 980 juta yuan atau sekitar Rp2,2 triliun.

Direktur Intelijen Keimigrasian Komisaris Besar Polisi Agus Waluyo dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (18/11), menjelaskan, WZ gagal melunasi pinjaman korporasinya, lalu melarikan di ke luar negeri. WZ lantas ditangkap atas dasar permintaan pemerintah China.

“Penanganan terhadap WZ dilakukan berdasarkan nota diplomatik dari Kedutaan Besar RRT (Republik Rakyat Tiongkok atau China) di Jakarta. WZ ditangkap di kawasan Nagoya, Batam, pada Kamis, 13 November 2025,” kata Agus.

WZ telah ditetapkan oleh kepolisian China sebagai pelaku kejahatan keuangan dan dimasukkan ke dalam daftar pencarian orang. Namun, alih-alih menghadapi proses hukum, WZ kabur dari negaranya.

Menurut Agus, sebelum masuk ke Indonesia, WZ sempat berpindah-pindah negara di Asia sejak Agustus 2025. WZ tiba di Indonesia pada 7 Oktober dengan menggunakan visa kunjungan saat kedatangan (VOA) dan menetap di Batam.

Berdasarkan nota diplomatik dari Kedutaan Besar China di Jakarta, tim penindakan keimigrasian dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Batam melakukan pemantauan secara intensif. “Tanpa perlawanan, WZ bisa diamankan oleh tim dari imigrasi,” tutur Agus.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Batam Hajar Aswad mengatakan tidak ada info detail dari pemerintah China mengenai modus tindak pidana yang dilakukan oleh WZ.

Aswad menjelaskan, pihaknya menerima nota diplomatik dengan keterangan identitas WZ yang dikategorikan sebagai financial fugitive atau orang yang melarikan diri dari yurisdiksi hukum untuk menghindari proses peradilan terkait kejahatan keuangan.

“Nota diplomatik ini disampaikan ke Direktorat Jenderal [Imigrasi] per tanggal 11 November,” jelasnya.

Saat ini, WZ berstatus sebagai deteni untuk diperiksa lebih lanjut. Bersamaan dengan itu, Ditjen Imigrasi berkoordinasi dengan pemerintah China untuk menindaklanjuti WZ sesuai dengan ketentuan hukum dan mekanisme diplomatik yang berlaku.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.