Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Rata-rata Penduduk Jakarta Habiskan 10 Tahun Hidupnya dalam Kemacetan

📅 Senin, 09 Feb 2026, 21:07 WIB | Oleh:

Pada awal abad 20 kebijakan yang ditempuh seiring oertumbuhan penduduk ialah membangun berbagai jalan layang dan tol, berharap bisa menjadi solusi masa depan. Jaringan jalan lebih didesain untuk menampung kendaraan probadi. Dalam teori, dorancang agar kendaraan tetap dapat mengalir. Pada awalnya jalan tol dan layang dapat mengatasi masalah yang ada, tapi ini justru "memicu permintaan". Setiap ada jalur tol baru, jumlah kendaraan justru meningkat. Pada tahun 1999 sampai 2000 terjadi lonjakan kendaraa pribadi di Indonesua dengan adanya lonjakan kelas menengah. Ini membuat laju pemvangunan jalan baru kewalahan. 

Pada pertengahan tahun 2000, pemerintah menerapkan kebijakan 3 in 1 saat jam sibuk. Namun kebijakan itu justru memicu pasar gelap joki penumpang. 

Pada tahun 2016 kemacetan semakin parah dengan kecepatan rata-rata daraan saat jam sibuk anjlok dari 20 km/jam menjadi 11 km/jam. Hal itu coba diatasi dengan kebijakan ganjil-genap, namun dampaknya masih terbatas dengan lonjakan jumlah kendaraan pribadi yang terus terjadi. 

Indeks Berhenti-Jalan

Sementara itu, menurut survei Castrol, Indeks Berhenti-Jalan Magnatec 2014, Jakarta, memiliki kemacetan lalu lintas terburuk di dunia. Dilansir oleh Smart Cities Dive, para pengemudi di kota ini, yang tercatat mengalami 33.240 kali berhenti-mulai setiap tahunnya, artinya mereka menghabiskan 27,22 persen dari total waktu perjalanan mereka tanpa tujuan.

Indeks ini menggunakan data yang dibagikan secara anonim oleh jutaan pengguna navigasi TomTom di seluruh dunia dan mencakup 78 negara. Kota terburuk berikutnya adalah Istanbul, dengan pengemudi menghabiskan hampir 29 persen waktu perjalanan mereka dalam keadaan diam.

Yang mungkin mengejutkan adalah tidak dimasukkannya Manila yang terkenal buruk di Filipina, tetapi memang kota itu sama sekali tidak dimasukkan dalam indeks tersebut. Sebuah studi terpisah oleh Japan International Cooperation Agency (JICA) mencatat bahwa negara tersebut kehilangan potensi pendapatan sebesar P2,4 miliar akibat kemacetan lalu lintas di Metro Manila.

Berikut adalah sepuluh kota terburuk dengan jumlah berhenti-mulai per mobil terbanyak per tahun berdasarkan data:

1. Jakarta, Indonesia (33.240 berhenti-mulai per mobil per tahun)

2. Istanbul, Turki (32.520)

3. Mexico City, Meksiko (30.840)

4. Surabaya, Indonesia (29.880)

5. St. Petersburg, Rusia (29.040)

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.